Minggu, 22 Desember 2013

Mothers Day ..

0 komentar
Dear Mama..
kugoreskan tinta tuk tuliskan betapa ku rindu segala tentang mu..
Mama  takkan kau temukan tulisan indah nan meluluhkan bak penulis dunia Tennyson ataupun Robert Frost, ataupun goresan-goresan kata Mahatma Gandhi yang maknanya mendalam, sungguh! benar benar tak ada.

Aku hanya ingin bercerita sedikit tentang Mama, tentang kita..
Mama..pertama kali tuhan mengizinkan ku hadir di dunia ini, kau lah malaikat tak bersayap yang pertama kali menangis bahagia akan aku, jerit tangisku lebih berharga dari kematian yang mendekap erat dirimu saat melahirkanku, dan masih engkau malakikat tak bersayap, yang pertaruhkan seluruh hidupmu demi manusia yang entah nantinya akan memuliakanmu atau menyia nyiakanmu..

Saat aku masih bayi siang malam, hujan badai, bahkan debur ombak yang dengan puasnya menabrak karang tak kau hiraukan semua demi menjaga ku, sedetikpun kau tak biarkan aku menjerit karna lapar, menangis karna haus, dan meringkuk karna dinginnya dunia….
Aku ingat betul Ketika aku masih duduk di bangku TK kau antar aku ke taman kanak kanak,sambil terkantuk kantuk kau setia menungguku didepan kelas, menunggu anakmu yang hanya bisa bermain dan menunggu anakmu yang hanya bisa merengek karna uang jajan yang kurang…atau ketika kau sedang tak bersamaku tiba tiba kau datang dari rumah dengan nafas tersengah sengah lalu berkata padaku "nakbotol minum mu tertinggal" oh God,,what a swell you are!

Mama aku kini telah tumbuh menjadi anak dewasa, aku bukan lagi anak yang mudah terjatuh akibat kerikil kerikil kecil di jalanan, aku telah mampu berdiri dengan lututku dan tenagaku sendiri, mampu bertahan melawan rasa sakit. aku ingin menjadi wanita seperti mama, yang mampu berdiri tegar melawan pilunya kehidupan, yang mampu tersenyum di balik pedihnya penderitaan hidup, yang mampu bersabar dalam suka dan duka.

Mama jarak diantara kita terlalu jauh untuk aku menggenggam jemarimu, memeluk erat tubuhmu, dan bersandar di pundakmu untuk menghilangkan segala kepedihan di hati ini. masih terlalu jauh bagi seorang mahasiswa sepertiku untuk dapat mengirimkan mu sebongkah batu intan ataupun sepeti berlian. hanya beberapa gores kata ini yang mewakili betapa ku ingin berada disampingMu dan berkata lirih "ku sangat mencintaimu betapa ku sulit, sulit sekali, hidup jauh dariMu"

Mama maaf selama ini aku sering menyakiti perasaanmu, tidak mendengarkan perintahmu, selalu menganggap aturan mama terlalu berlebihan, padahal itu semua demi kebaikanku. tak jarang aku selalu kesal dengan ocehan mama tiap pagi saat aku terlambat bangun pagi, karena mama selalu berperinsip lebih baik menunggu satu jam dari pada terlambat satu menit makanya mama sering marah jika aku  terlambat ke sekolah. tapi sayang prinsip itu tak bisa ku terapkan pada diri ini.. betapa bodohnya diri ini tak menganggap semua itu demi kebaikanku.

Mama, sekian lama kau berbuat baik pada ku, meletijkan dirimu menjadikan pelayan atas diriku, Ya Allah.. begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah kau lakukan untuk anakmu ini.belum seujung kukupun kasihku sampai pada jemari mu yang hangat. kini aku sedang pergi ke dunia luas, pergi melewati jutaan kilometer jaraknya untuk sekedar terlihat pantas dihadapanmu, membalas sedikit keringat dan pengorbananmu yang mungkin bisa ku bayar nantinya, meski dunia dan seisinya berkata ‘ kasih ibu tak kan pernah terbalas dan terganti’

Tak ingin ku berhenti berlaku dan berkata halus padamu ,sampai tuhan sendiri yang menghentikannya, menghentikan nafasku, menutup rapat rapat lisanKu, baru Kau bisa menyaksikan ku berhenti berkata ‘ Trimakasih atas semua pengorbananMu Mama..’

I LOVE U SO MUCH

Selasa, 10 Desember 2013

Perjuangan seorang ayah

0 komentar
Setiap kali saya berangkat ke Kampus saya selalu bertemu sama seorang bapak-bapak paruh baya membawa wadah yang ia tanggung di pundaknya. bapak itu terlihat bersemangat karena suasana pagi hari yang masih sejuk ia tampak bersemangat melawati jalanan yang ramai. wadah yang ia tanggung itu berisi ubi entah berapa kilogram ubi yang ia tanggung tiap harinya, tapi yang jelas beban yang dia bawa sangat berat. di perjalanan menuju kampus kadang tanpa sengaja mata saya berkaca-kaca setelah melihat bapak tua itu, kasian dia tidak bisa menikmati masa tuanya, di masa tua yang seharusnya ia gunakan untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarganya dirumah. saya sering membayangkan bagaimana jika ayah saya berada di posisi yang sama seperti bapak tua itu demi menghidupi keluarganya.. Astagfirulloh! saya benar-benar tidak sanggup.

Pukul 15.00wib, tanpa sengaja saya bertemu bapak itu di Mesjid Agung, "Busett si bapak itu berjalan jauh banget, sambil memikul ubi lagi!" ketus ku sambil melihat ubi dagangannya yang tampak masih terlihat banyak. saat itu saya singgah untuk melaksanakan sholat Ashar dan bapak itupun tampaknya akan melaksanakan kewajibannya.

setelah kami selesai melaksanakan sholat, saya masih melihat bapak itu berbaring di teras mesjid, saat itu saya belum pulang dari mesjid karena waktu itu hujan deras. sambil menunggu hujan reda, sesekali saya menengok pada bapak itu, beliau terlihat lesuh seperti belum makan sejak siang, beliau memakai celana jeans yang sudah lusuh dan memakai jaket yang sedikit berlubang memakai peci putih dengan wajah yang sedikit muram, terlihat kerutan pada wajahnya yang menandakan bapak itu tak lagi mempunyai tenaga yang kuat untuk bekerja keras, meski demikian dia sangat berjuang.
saya masih haru melihat perjuangan bapak itu yang tergambar dari wajahnya, tiba-tiba bapak itu bangun dan melihat ke arah saya yang masih menatap wajahnya yang sedang lelap tidur. saya merasa malu, tapi akhirnya si bapak itu senyum pada saya. tiba-tiba dia bangun dari tidurnya dan menghampiri saya, yang saat itu tidak jauh dari tempatnya. si bapak itu bertanya dalam bahasa sunda kurang lebihnya


bapak : "Neng dari mana ?"
saya :"dari gobras pak." jawabku saat itu
bapak :"oh, gobras bapak juga sering ngider kesana neng. neng masih sekolah?"
pantas aku sering melihatnya katau dalam hati
saya : "saya kuliah pak. oh bapak dagang apa? emang asal bapak dari mana?" jawabku yang pura-pura tidak tahu dengan dagangannya saat itu
bapak :"iya neng, bapak dagang ubi tiap hari, lumayan lah nambah-nambah penghasilan buat makan anak istri di rumah, cari kerjaan jaman sekarang susah neng, apalagi bapak sudah tua gini, mana ada yang percaya dengan tenaga bapak."
saya : "iya pak jangankan yang tua, yang  muda saja sulit mencari kerja jaman sekarang. yah gimana millik dan niat ya pak?" jawabku.

ingin sekali aku menanyakan keluarganya saat itu, menanyakan anaknya yang tega membiarkan bapaknya kerja keras di usia yang sudah sangat tidak mempunyai tenaga lebih lagi.
tiba-tiba dia bercerita sedikit tentang keluarganya pada saya.
"iya neng. bapak juga punya anak cowok saat lulus SMA dia ingin sekali melanjutkan kuliah, tapi apa daya bapak benar-benar tidak sanggup.biaya SMAnya saja bapak nyari sana -sini buat menutupi biaya sekolah dan bekal tiap harinya. kadang bapak ngider dari pagi sampe sore hanya cukup buat bekal sekolahnya saja.  jangankan untuk kuliah makan sehari-hari saja susah neng. bapak dagang dari subuh sampai larut malam dagangan bapak kadang laku, kadang tidak sama sekali. kalaupun laku paling hanya 1 atau 3kilo saja. astagfirulloh!"  bapak itu sambil menghelakan nafasnya.
saya : "iya pak!
bapak : "oh iya neng kuliah dimana? jaman sekarang banyak yang kuliah hanya mendapatkan selembar kertas saja dan membawa pangkat, tidak lebih, bahkan etika saja kadang tidak di dapatkan sama sekali. neng kuliah jangan sampe kayak gitu, pikirkan kerja keras orang tua neng dengan keringat dan pengorbanan semoga keringat bapak neng tidak sia-sia" 
Nasehat bapak itu sebelum ia bergegas berangkat melanjutkan perjuangannya demi sesuap nasi.
saya : "iya pak, aamiin mudah-mudahan."
aku menjawab dengan nada haru,mendengar bapak itu bercerita saya benar-benar membayangan ayahku selama ini yang bekerja keras banting tulang demi membiayai saya sekolah agar mendapatkan yang terbaik, kadang saya masih merasa kurang dan mengeluh dengan pemberiannya. subhanalloh! betapa bodohnya diriku tidak melihat ke bawah, bahwa masih ada orang yang lebih menderita dari saya.


saya langsung teringan perjuangan ayah mata saya berkaca kaca. ternyata saya harus bersyukur dengan keadaan saya yang sekarang yang jauh lebih baik daripada beliau. 
saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan jika ayah saya suatu saat mengalami hal yang sama seperti bapak itu, saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau ayah saya berjuang panas ke panasan, hujan ke hujanan dengan beban yang ada pundaknya, demi membawa rupiah yang sangat tidak cukup untuk makan saja. subhanalloh terimakasih ya Allah masih memberikan kami kesempatan dengan kehidupan yang jauh lebih layak.


Terimakasih juga ayah dengan segala perjuangannya, doaku tak akan terputus untuk ayah. semoga Allah SWT memberikan ayah umur yang panjang, sehat dan istiqomah.
semoga saya bisa membalas setiap keringat yang ayah  keluarkan, walaupun tak akan pernah cukup dengan pengorbanan dan perjuangan ayah selama ini. semoga suatu saat nanti saya bisa memberikan ayah kesempatan mengunjungi rumah Allah di mekkah. Aamiin.....


Selasa, 03 Desember 2013

I MISS U SO MUCH

0 komentar
hy blogers kali ini saya akan memposting tentang sahabat - sahabat terbaik saya sepanjang masa.. hehehe
sepanjang jaman aja kali yeh..
saya punya sahabat 8 orang yang super keren dan super care plus baik tiada tara.. (lebay gak sih ? ) its ok lah..
kenapa saya bilang mereka sangat baik dan luar biasa, karna dengan adanya mereka hidupku terasa berwarna, warna warni seperti pelangi. mereka sangat berarti dalam hidupku, mereka juga bagaikan guru dan saudara saya yang selalu menasehati, mengajarkan arti solideritas, dan sebagai saudara yang selalu ada saat kita membutuhkan,  tidak pernah berlari saat kita punya masalah, yang siap meminjamkan bahunya saat kita membutuhkannya.

Mereka adalah orang-orang yang dan wajahnya selalu ada di kepalaku.
Mereka adalah orang-orang yang selalu aku ingat saat aku bahagia
Mereka adalah orang-orang yang selalu membuat saya merasa aman
Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarku,
karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun.
Mereka adalah orang-orang yang saya cintai dengan sadar ataupun tidak.
Mereka adalah orang-orang dengan yang selalu membuat saya nyaman saat saya menagis ketika saya putus asa, kecewa, sakit hati,  dan orang-orang yang menangis lantaran berat untuk berpisah saat kita telah melewati hari - hari penuh suka duka, canda tawa  bersama mereka

well, aku akan memperkenalkan sahabat sahabat terbaik saya.

1. Anantia Risky Sevtiani (tiango,ngo)


si gadis virgo ini saya selalu memanggilnya dengan nama 'ngo', saat ini dia adalah seorang pengangguran yang berpenghasilan dari bokap nyokap sama seperti gue, dia adalah mahasiswa di salah satu STIMIK di Palu. saya mengenalnya sejak SMP kls 2, saat itu saya murid baru di sekolahannya, awalnya sih saya gak terlalu kenal sama dia, dan gak pernah kepikiran sampe menjadi sahabat seperti sekarang, karena dia itu mantan gebetan pacar gue saat itu. hahaha :D
makanya waktu kita kenal dan dekat trus akhirnya jadi teman seluruh sekolah dan kakak senior kayak gak percaya gitu, kayak aneh, jangankan mereka saya juga merasakan hal itu. hehehe kayak di ftv gitu deh.
tia ini sahabat yang paling mengerti perasaan saya dan yang paling dekat dengan saya diantara yang lain karena selera kita selalu sama, dan juga paling enjoy di bawa shoping, paling nyambung di ajak ngobrol yang gak penting, dan yang terpenting dia yang paling mengetahui seluruhnya yang ada pada diriku, baik luar maupun dalam. (eits.. jangan ngeres!) dia selalu hadir saat saya butuhkan. itulah sahabat.

2. Kiki Rizky Ananda (kiki,bunda)


Kiki adalah sahabat yang paling bijak, dan paling dewasa diantara kami. gak heran dia selalu menjadi konsultan cinta setiap kali diantara kita lagi membutuhkan saran dan masukan tentang percintaan. dia juga yang paling pintar diantara kita semua, gak heran dia yang paling cepet dapat pekerjaan dari kita semua, saat ini dia bekerja di Kantor Notaris di Donggala Sulteng, karena kepintarannya itulah dia sering menjadi satu satunya yang kami harapkan saat kami dalam masa masa tersulit saat ujian, khususnya matematika.hehehe
dia orang yang super sensitiv, super baik, super possesif, dan keibuan banget deh.. dia juga seorang sahabat yang paling mudah meneteskan air mata, walaupun kadang dia meneteskan air yang yang gak penting, pokonya paling mudah nangis deh sensitiv abiss. dan yang tepenting dia selalu menjadi sosok sahabat plus ibu yang selalu ada saat saat masa tersulit datang mengahmpiri kehidupan ini. dia bagaikan seorang ibu yang siap menasehati dan mendengar curhat anaknya saat anaknya sedang gundah gulana, walaupun kadang kisah cintanya sangat membebani pikirannya karena dari kita gak ada yang ngerti dengan masalah percintaanya yang tiap hari selalu rumit. dia sosok sahabat yang sangat baik super baik.

3. Agustina (ecce, Nandong)


saya memanggilnya dengan nama nandong, ecee . saya kenal dia saat pertama masuk sekolah di SMK negri 1 donggala. saat itu dia orang yang paling centil, rese, cerewet, sok eksis jadi murid baru dan gak penting diamata saya. gak pernah terlintas di pikaran saya akan menjadi sahabatnya. tapi tuhan berkata lain, kita di pertemukan dalam satu kelas, dan seiring berjalannya waktu kita sering cerita ngobrol dan merasa nyaman satu sama lain. walaupun kadang dia meneyebalkan dengan suara cemprengnya di kelas yang super cerewet, tapi di mata saya dia adalah sahabat yang luar biasa,  orang yang sangat tegar menjalani kehidupannya yang rumit dan tak kunjung selesai, yang mungkin saya sendiri belum tentu bisa melewati itu semua, dia paling pintar menutupi kesepiannya, sehingga kadang orang tidak tahu kehidupan dia yang sebenarnya dengan beban keluarganya, dan saat ini untuk membahagiakan keluarga dan dirinya dia nekad bekerja merantau di batam. hanya saja kadang dia melampiaskan semua itu dengan cara yang salah, makanya orang sering berfikiran buruk terhadap dia, padahal dia orang yang jauh lebih baik, dan paling enak di ajak curhat. dia juga seorang sahabat yang selalu menjadi pelampiasan emosi saat saya sedang benar benar merasa galau segalau galaunya.

4. Dian Gustiani (endank, dank, tedde)


Dian alias endank, sama sepertigue dan tia dia mahasisiwa pengangguran kelas kakap. :D. aku mengenalnya sejak masih duduk di bangku TK, hanya saja saat itu kita tidak bersahabat melainkan sebagai musuh, karena waktu itu kita tetanggaan aku selalu iri dengan mainan yang dia miliki dan begitupun sebaliknya makanya saya tak pernah bersahabat dengannya. konyol skali hanya karna mainan kita bermusuhan, yah itulah masa indah anak kecil tak punya musuh maka tak berkesan. ok back to Dian. dia adalah sahabat yang sana ok sini ok, mau aja dia ajak ngapain, di ajak kesana kemari, hampir tidak pernah ada penolakan di mulutnya, bahkan di ajak kejalan yang gak benar saat sekolah aja selalu ok ( jangan negativ yah, masih wajar kok) yah misalnya bolos, gak ngumpulin tugas, dll. dia juga kadang berubah menjadi orang yang plin plan, saat ada orang yang mengajaknya berbuat hal yang konyol dan gak penting dia ok ok aja dan gak nolak, dan saat ada orang yang mengajaknya berbuat positif dan kebaikan dia juga ok ook aja gak pernah nolak. itulah dia, makhluk yang selalu ada saat gelap dan terang. hahaha
dia sahabat yang baik deh, yang selalu ada saat sahabat sahabatnya membutuhkan dia selalu datang kapan aja dimana saja, walau badai menghadang.


4. Eka Murti (dandang, nene ndut)


Awal saya bertemu dengan dia sejak masuk di SMK dan sekarang dia menjadi mahasiswi Kesehatan di salah satu STIKes di Palu sulteng, saya gak tau kenapa dia bisa jadi salah satu sahabat terbaik saya, mungkin ini takdir tuhan untuk mempertemukan kita menjadi seorang sahabat yang saling melengkapi.
Eka ini seseorang yang paling Laload (Lambat loading) jadi  ngomong sama dia perlu kesabaran yang extra, dia juga orang yang paling berani dan nekad dalam melakukan segala sesuatu. mungkin karena jiwa tomboy di dirinya makanya dia bisa berani diantara kita kita yang notaband nya kaum wanita semua. walaupun kadang dia agak menyebalkan dengan sikap plin-plan, pelit dan sok rajin ngerjain tugas yang kadang dia sendiri tidak memahami tugas tersebut. tapi dia sosok sahabat yang paling saya butuhkan saat saat keadaan rapuh sedang melanda diriku, karena dia adalah orang yang paling seru buat seru-seruan, dan paling gila buat gila-gilaan. dan aku sangat merindukan seorang teman dan sahabat seperti dia saat ini.

6. Henny Anggreani (Nenek)


Heni itu sosok teman dan sahabat yang baik mandiri, pintar mengatur uang jajan alias hemat, paling lembut dalam bertutur kata,dan pendengar yang baik untuk curhat, meskipun dia sendiri  kadang  agak tertutup dalam urusan percintaannya.  terkadang dia jadi sosok yang lembut dan sering banyak kasihan sama orang, tapi kalau sudah ngomong terkadang celetukkannya bikin pas di hati. dia orang yang hayalannya paling tinggi, suka membayangkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi menjadi mungkin. dan orang yang paling tidak bisa lepas dari kaca untuk merapihkan tiap helai rambutnya.

7. Faridatul Qahfi (Boste)


Kami semua sering memanggilnya dengan sebutan Boste (Botak setengah lingkaran) karena saat itu rambutnya agak terlihat botak di tengah. boste ini adalah sosok orang yang paling cuek diantara kami semua, paling sibuk dengan urusannya ntah apapun itu, dan paling sibuk dengan urusan percintaannya, paling sulit terlepas dari kaca, dan paling tinggi tingkat emosionalnya. dia juga sosok orang yang paling sulit menerima keritik dan saran dari kami semua, kadang kadang jejaknya hilang tak menentu, dan kadang muncul membawa cerita dan tawa. tapi di balik itu semua dia sudah menjadi bagian dari sahabat yang selalu mengisi hari-hariku dengan berjuta cerita.

aku berterimakasih kepada tuhan telah menghadirkan mereka sebagai sahabat sahabat dan saudara yang selalu ada saat susah maupun senang, dan membuat hidupku menjadi lebih berwarna, saya tidak tahu akan se-sepi apa diriku tanpa adanya mereka dalam hidupku karena merekalah sebagai pemanis dan pelengkap dalam hidup ini. walaupun dengan adanya perbedaan diantara kami dan tak kala itu semua menimbulkan perselisihan diantara kami, tapi itu semua menjadi cerita indah yang kita lalui, menjadikan kita saling memahami satu sama lain, menjadikan kita saling mengerti arti sahabat sesungguhnya, dan sebagai pendewasaan diri saat kita menghadapi setiap perbedaan.

Dan sekarang kita tidak lagi seperti dulu, yang selalu kumpul bareng, cerita hal-hal konyol bareng, seru seruan bareng, nangis bareng, menyelesaikan masalah bareng. aku sangat merindukan moment-moment itu yang mungkin tak akan terulang kembali. sedih rasanya harus terpisah dari sahabat sebaik mereka.
semoga Tuhan masih mempertemukan kita suatu saat nanti dengan cerita dan kesuksesan masing-masing. aamiin

Terimakasih Tuhan telah menghadirkan mereka dalam hidupku...
I miss U so much....

Minggu, 01 Desember 2013

Longing

0 komentar

bagaimana caraku mengurangi rindu yang terlalu mendalam ini dear?
jarak kita terlalu jauh untuk  melepaskan kerinduan ini, aku tak mampu mendekapmu, melihat wajahmu seutuhnya lagi. aku ingin hari  kemarin terulang kembali, saat saat dimana kita masih dapat bertatapan, saling mendekap, dan bertemu dengan kebahagiaan dan cerita yang telah kita siapkan masing masing.
setelah kita dipertemukan kembali, lalu di pisahkan oleh keadaan itu semua sangat menyakitkan! lebih menyakitkan dari pada di  tinggalkan karena ketahuan selingkuh.


terlalu singkat untukku untuk merasakan semuanya, bahkan saat aku memilihmu menjadi pengisi hatikupun aku hanya dapat merasakan kebahagiaan tanpa melihat wajahmu, entah apa yang membuatku yakin kepadamu saat itu dengan jarak yang jauh ini. atau mungkinkah ini yang dinamakan cinta pertama? apakah alasanku yakin kepadamu karena kamu cinta pertamaku? entahlah...
yang aku tau saat itu kamu satu satunya orang yang selalu mengerti perasaanku, dan aku selalu merasa nyaman setiap kali menceritakan segala hal kepadamu. kamu orang yang tidak pernah berubah sejak pertama kita pacaran jaman 'Cinta Monyet' 7tahun lalu sampai sekarang kamu satu satunya orang yang selalu bisa membuat aku merasa beda. caramu memperhatikan ku selalu berbeda dengan yang lain, kamu selalu bisa membuat aku nyaman dengan segala tingkah lakumu padaku. 


Dalam jarak sejauh ini mungkinkah kita masih saling mendoakan? seperti saat kita  saling berdekatan?
aku tak lagi paham saat air mataku terjatuh hanya ada tanganku bukan tanganmu  yang menghapusnya. jelaskan padaku apa yang selama ini membuatku ingin bertahan kepadamu? 
aku hanya bisa menatap fotomu diam diam  merapal  namamu dalam doa,  mendengar suaramu dari ujung telponku lakukan semua seakan baik baik saja seakan kau tak  terluka, aku begitu meyakinkan mu bahwa tak  ada yang salah di antara kita, dan apakah kau disana memang baik baik saja? akankah rindu yang kita simpan dalam dalam akan menemukan titik temu?

Sabtu, 30 November 2013

Dewasa di mulai hari ini

0 komentar
“Kamu kuliah berapa tahun lagi masih lama ya?” Malam itu papa bertanya seperti. Ia tampak sangat lelah. Mungkin sudah sangat lelah karena sudah belasan tahun bekerja di untuk membiayai kuliahku.

“gak tau pa, doain aja mudah2an lancr dan selesai tepat waktu” jawab ku

“oh gitu ya, kamu kuliah jangan main2 ya, papa udah kerja dari pagi sampai larut malam buat kamu, jangan sia-siain usaha Papa, kalau kamu udah lulus terserah kamu mau menentukan hidupmu sendiri” Kata Papa agak ketus, langsung membuka baju dan bertelanjang dada. Menghisap rokok sambil menyaksikan TV. Sesekali memindahkan Chanel yang sama sekali tidak ada yang lucu malam itu. Sampai akhirnya ia berhenti memijit tombol ketika sebuah pertandingan bola berlangsung.

Aku kala itu lagi liburan akhir semester, aku lagi bersama mereka di donggala. Aku mengambil jurusan Teknik Informatika di kampus Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Ya aku masuk Swasta. Aku juga tidak tahu bagaimana bisa aku memilih Universitas Siliwangi. Padahal sejak aku menginjakkan kaki ku di SMK tidak pernah terfikir dalam pikiranku untuk masuk di universitas itu. Karena papa yang meminta untuk kuliah disini, tanpa penolakan dan jawaban yang tegas aku mau saja menuruti permintaanya. Aku paling tidak bisa menolak perintah Papa, walaupun kadang permintaanya bertolak belakang dengan hati kecilku, tapi aku percaya semua demi kebaikan ku. Karena waktu itu papa memikirkan banyak hal dan pertimbangan aku kuliah di palu, karena jarak rumah dari kampus jauh, dia takut gimana kalau anak gadisnya pulang malam dari kampus, gimana nasib aku kalau ngkost, secara pergaulan disana sangat bebas luar biasa, kita menoleh sedikit bisa bisa kita terjatuh dalam lubang pergaulan yang salah. Itulah alasan Papa menyuruhku kuliah di tasik.

Adik ku Agung baru sajakelas 5 SD. Mamahku juga seorang ibu rumah tangga yang berpenghasilan dari suami dan menunggu dari hasil usaha suaminya saja. aku sering berfikir kalau saja keadaan buruk terjadi pada bapak yang sudah di bilang tidak muda lagi untuk kerja keras, bagaimana dengan nasib adikku, karena orang tuaku bukanlah pegawai pensiunan, mau tidak mau itu akan memaksaku suatu saat nanti menjadi tulang pugung bagi keluargaku.

Sering aku bertanya jadi apakah aku ini?

Jika ditanya seperti itu aku sering bingung. Aku juga tidak bisa mendeskripsikan seperti apa ku ini . Tepatnya ketika harus menulis profile entah itu di sosial media atau mungkin di CV dan juga LinkedID ketika tugas Sekolah. Aku sering kebingungan , ya aku sebenarnya belum begitu mengenal seperti apa aku ini.

Aku mengambil teknik Informatika sebenarnya karena terlanjur mengambil jurusan Tekhnik Jaringan di SMK dan ingin lebih memperdalam ilmu teknologi. Karena aku pikir Ilmu Teknologi adalah Ilmu pasti yang akan terus berkembang. Setidaknya jika aku menguasai betul ilmu setidaknya aku bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan.

Tapi sayangnya sebenarnya aku sering menyiksa diri ku sendiri. Aku sering memaksakan apa yang tidak aku sukai. Sepertihalnya Matematika dan logika. Aku sangat lemah dalam hal itu. Aku lebih mencintai dunia yang berhubungan dengan Jiwa dan marketing. Aku masih saja tergiang - giang ucapan seorang narasumber pada kuliah umum di kampus ku dimana ia mengatakan

“Jangan memulai dari membuat, mulailah dari menjual”

Ah, aku ingin jadi bisnisman, aku ingin mempunyai butik dan rumah makan.

Aku ingin bisa berbahasa inggris, ingin juga bisa berbahasa prancis dan juga Arab. Aku ingin ahli dibidang teknologi meskipun aku belum tahu apakah otak ku yang sama sekali tidak ‘kuat’ matematika, Angka dan juga logika ini bisa menjadi seorang ahli Teknologi terutama Informatika.

Semua anak memang akan bergantung pada orang tua, tapi suatu saat pasti mereka akan melihat orang tua nya sudah tidak bisa lagi memberikan nafkah anaknya. Aku kadang sangat takut. Takut tidak bisa menjadi mandiri dimana ketika waktunya tiba untuk menghidupi diri sendiri.

Masa depan memang tidak pernah bisa diketahui, aku juga kadang masih menyimpan mimpi dan janji itu, yaitu ke mekkah bersama kedua orang tuaku, dan memohon doa bersama dirumah suci Allah SWT. Ah aku memang sedang dalam masa transisi menuju dewasa. Aku memang masih butuh waktu proses untuk pendewasaan itu. Sudah cukup jadi manusia yang ceroboh. Masa depan ku dan juga keluarga ku ada di tangan ku. Bapak juga sebentar lagi sudah sampai dibatas tanggung jawabnya untuk membesarkan ku. Dewasa itu harus dan memang sudah sewajarnya.

Ah, Bagaimana pun juga terlalu bergantung pada orang lain itu tidak baik. Aku harus bisa menyakinkan diriku sendiri agar tidak salah jalan. Aku harus mulai berfikir dewasa sekarang juga. Memikirkan sematang mungkin rancangan peta masa depan.Dewasa itu dimulai hari ini, mari ucapkan Selamat datang dewasa !. Selamat datang dewasa. Mulai sekarang setiap tindakan dan juga resiko adalah tanggung jawab mu sendiri.

Kamis, 28 November 2013

Tibalah di titik jenuh

0 komentar
  • Selalu ada titik jenuh dalam hidup semua orang. Titik di mana kita hanya ingin berhenti sesaat, Ingin lari sejenak, Lari dari tanggung jawab, lari dari kepribadian yang seharusnya membuat orang lain merasa senang berada di dekat kita. Di mana saat kita benci dengan segala macam rutinitas yang monoton, yang di jalani berulang-ulang selama berbulan-bulan. Di mana kita sudah lelah beradaptasi agar diterima oleh mereka yang berada di sekeliling kita yang sayangnya tak pernah bisa menyajikan hati yang tulus. Di mana saat kita ingin sekali membunuh orang-orang itu
    mereka yang telah menyakiti. Sayangnya, hal itu hanya bisa dilakukan di dalam mimpi saja. 

    Terkadang kehidupan memang terasa tidak adil, saat orang lain merasakan kebahagiaan yang seharusnya di dapatkan mengapa  kita tidak merasakan hal  yang sama juga? bukankah kita sama-sama manusia? bukankah kita sama-sama mempunyai hak untuk  berbahagia? mungkin itulah selintas pertanyaan yang kadang muncul saat melihat kebahagian justru menghampiri mereka yang terlihat sudah bahagia sejak awal di banding aku yang menantikannya sejak lama.

    Aku gak pernah menyalahkan keadaan kenapa semua ini harus terjadi pada diriku, rasa iri terhadap mereka sudah pasti ada, tapi aku yakin mungkin tuhan telah menyiapkan rencana yang jauh lebih baik dan indah pada waktunya. aku hanya sedang meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja, aku sudah terbiasa dengan keadaan susah dan perih, tidak mungkin aku tidak bisa melewati hal seperti ini.
    ya semogaa..

    Saat ini aku hanya sedang berharap semoga akan ada seseorang yang benar-benar bisa buat aku bahagia dengan keadaan apapun, buat aku kuat dengan segala cobaan tuhan. aku ga butuh mereka yang punya segalanya, aku  hanya butuh seseorang yang tulus dan menerima keadaanku.




Rabu, 27 November 2013

0 komentar
berbagai macam pertanyaan dalam hati antara lain adalah :1. apakah dia akan setia disana ?
2. apakah masih selalu merindukan saya disini ?
3. apakah rasa sayang itu masih utuh untuk ku ?
4.  apakah kepercayaan itu masih terjaga ?
5.  apakah kita mampu dengan jarak yg memisahkan ?
 dan masih banyak lagi  pertanyaan pertanyaan lainnya..

Senin, 30 September 2013

Awal pertemuan kita (Mr. F) ..

0 komentar

Ingatkah kamu saat awal pertemuan kita ? november 2006.
saat itu aku menjadi murid baru di sekolahnys. dan diam2 aku menyimpan perasaan suka padanya..
tapi aku belum mengetahui siapa namanya..
Dan saat itu dia seakan-akan menjadi penyemangat aku untuk sekolah di sekolahan baru itu. aku selalu bahagia saat melihatnya. kebahagiaanku semakin bertambah saat mengetahui ternyata dia juga suka sama aku.. sayangnya saat itu kita masih terlalu kecil untuk memahami perasaan satu sama lain.
yah maklum namanya juga masih siswa/i SMP jelas belum ngerti cinta .. :D

Dan pada akhirnya dia memberanikan diri untuk mengungkapkan semuanya walaupun hanya lewat sms..tiba-tiba hpku berdering dan aku buka "hy.. ini isna ya? boleh kenalan gak? by F" woooww!!! saat aku baca sms darinya aku kegirangan bukan main, aku senyum-senyum sendiri di depan hp.  "hy juga,  iya boleh kok.. maaf F yg mana ya?" jawabku yang pura-pura tak mengenalinya saat itu. dan setelah seringnya kita smsan aku belum berani menyapanya secara langsung di sekolah, aku hanya bisa senyum malu saat bertatapan dengannya saat itu, aku tak sanggup berbicara karena jantungku berdenyut keras sekali saat melihat wajahnya.

Seiring berjalannya waktu kita sms-an, lalu dia berniat PDKT dan akhirnya hal yang aku tunggu-tunggu terjadi "kamu mau jadi pacarku?" itulah sms yang aku baca saat malam itu, lama aku membalasnya karena aku kegirangan setengah mati dan berfikir untuk membalas smsnya. dan aku pun memberanikan diri untuk Menerimanya..dan akhirnya kita jadian ala anak abg pada saat itu :) dengan jalan Backstreet dari ortu masing-masing, ya karena umur kita terlalu kecil untuk menjalani suatu hubungan yang di namakan "pacaran". aku juga belum berani bilang ke nyokap saat itu.

Well, pada masa-masa awal kita jadian semuanya masih baik-baik saja. ya waktu itu hubungan kita bisa dibilang dengan cinta monyet, masih malu-malu untuk ktemu dll.. layaknya orang pacaran pada umumnya  di hubungan kita juga ada titik dimana ada rasa marah,benci,cemburu dan curiga dgn berbagai alasan, tapi semuanya jadi terasa indah dijalani karena itulah sebagai pemanis dalam hubungan.

Akhirnya Tiba saatnya dia harus meninggalkan sekolah duluan dan menjadi siswa SMA karena saat itu dia telah lulus. dan aku masih menjadi siswi SMP kls 3 aku mersa sedih semuanya terasa beda tak lagi sama, tak ada lagi orang yang slalu aku intip di balik jendela kelas, gak ada lagi orang yang ngajak ketemuan di kantin, gak ada lagi yang nungguin aku pulang sekolah. meskipun diluar semua itu dia masih sering main kerumah dan ngajak jalan tapi tetap saja gak seindah masa-masa kita masih sekolah bareng..

1tahun 3bln kita menjalin hubungan Saat itu akupun merasakan titik jenuh dengan hubungan kita dan akhirnya aku memutuskan hubungan kita dengan sebelah pihak dan tanpa ada kejelasan yang pasti dari aku.. dan untungnya saat aku lulus aku gak berniat sedikitpun untuk masuk sekolahannya, bukan karena ada dia tapi emang gak berminat aja, akupun memilih masuk SMK dan kamu di SMA.

Setelah hubungan kita berakhir aku diam diam masih selalu perhatiin dia, menjadi stalker di setiap akun sosialnya. aku masih selalu merasa cemburu saat mendengar curhatannya tentang pacar barunya, aku berpura-pura menjadi teman curhat yang baik dan mengabaikan rasa sakitku, saat aku sudah tak sanggup mendengarkan dia bercerita dan melihat dia sms-an dengan pacarnya hal yang selalu aku katakan "sudahlah aku lapar aku mau makan dan di traktir!"  hanya itu yang ku katakan saat hati ini sudah tak sanggup lagi menahan cemburu, tanpa banyak kata dia pun menjalankan motor dan kita bergegas pergi.

Saat itu dia masih suka main kerumah aku, dan akupun masih sering menghubunginya saat aku jenuh dan bosan. karena rumah kita tidak berjauhan jadi kita masih sering untuk bertemu dan ngobrol bareng. seiring berjalannya waktu, sempat terfikir di pikiranku untuk kembali padanya, aku ingin mengatakan perasaanku yang sebenarnya tapi aku tak berani, akupun merasa kalau hubungan kami tak akan bersatu kembali, aku meyakinkan diriku bahwa dia bukan di takdirkan untuk menjadi pengisi hatiku, melainkan sebagai teman saja.

Aku bahagia saat aku mendengar dia sudah putus sama pacarnya saat itu, ingin sekali rasanya aku kembali bersamanya lagi, tapi sayang saat itu aku sudah punya seseorang. dan akupun tidak bisa meninggalkan dia begitu saja tanpa alasan. dia selalu menasehatiku "kamu jangan  terlalu cinta sama seseorang, jangan terlalu berharap terlalu tinggi sewajarnya saja, supaya kamu tidak merasa terlalu sakit kalau harus jatuh" aku hanya menjawab dengan kalimat "iya"
aku yakin saat itu itu di lubuk hatinya yang paling dalam dia masih menyimpan rasa sayangnya terhadapku.

Setelah beberapa bulan aku memutuskan hubunganku dengan si mantan, aku merasa kehilangan F, aku lost contact sama dia, padahal saat itu aku berniat untuk memberanikan diri untuk mengatakan perasaanku selama ini kepadamu tapi sayang aku kehilangan jejak.

Ya setelah aku berpacaran dengan seseorang itu dia menghilang, dia sibuk dengan urusannya begitupun aku sibuk dengan kegiatan baruku disekolah, aku sangat kehilangan bahkan untuk menghubunginya saat itu aku tidak punya nomonya sama sekali. aku. merasa tidak adil, saat dia membutuhkan aku, aku selalu ada mendengar setiap ceritanya, di saat aku membutuhkannya dia menghilang begitu saja.

Dan tenrnyata aku mendengar dia telah pacaran sama  si N, perasaanku saat itu kaget, tidak percaya, cemburu dan kecewa. saat aku ingin mengatakan semuanya ternyata dia telah mempunyai pilihan lain, aku berfikir saat itu mungkin dia memang benar-benar sudah melupakanku,dan tidak lagi mengharapkanku seperti aku mengharapkannya.

Saat aku bertemu dia di suatu tempat, aku segera memukulnya "heh! kemana saja kamu?dasar sombong! mentang-mentang sudah punya pacar baru" ketusku sambil memukul pundaknya yang tampaknya dia merasa keasakit, ah aku tidak peduli aku sangat merasa marah padanya saat itu. "ah siapa yang sombong kamu kali! kamu tau dari mana aku punya pacar?" jawabnya dengan nada mengelak "ah tidak penting aku tahu dari mana..mana hpmu?" saat itu tanpa basa-basi aku langsung merampas hpnya untuk menyimpan nomerku di hpnya agar dia bisa hubungi aku lagi. dan tanpa sengaja aku melihat wallpaper hpnya dengan foto si N. hatiku seperti di tusuk jarum pentul sore itu...

Setelah beberapa hari dari sore itu, aku mendapatkan sms darinya dia menyapa dan akhirnya kitapun smsn kembali dan sering bertemu. aku melihat dia saat itu seperti sangat bahagia dengan kekasih barunya, dia melakukan segala hal yang belum pernah dia lakukan bersamaku selama ini. aku sangat iri dan cemburu saat itu. saat aku mendengar dia putus aku sangat senang aku mempunyai kesempatan mengatakan lagi yang sebenarnya, tapi sisi lain aku juga merasa sangat sedih karena aku melihat dia sangat tidak ingin kehilangan kekasihnya saat itu. walaupun dia sering bertanya "kamu masih sayang sama saya?"  aku selalu mengelak dan mengatakan biasa saja, karena aku pikir itu hanya pertanyaan bercanda yang dia lontarkan.

Saat itu aku memutuskan untuk tidak lagi mengharap dan mendekatinya lagi aku mulai jaga jarak sama dia. aku tidak sanggup melihat dia tersenyum bersama wanita lain dan aku selalu melihat kebahagiaan yang terpancar dari matanya saat menceritakan dan membaca pesan singkat dari wanita itu.

Yaa, aku Cemburu, aku masih suka dan sayang padanya, ada sedikit rasa penyesalan, tapi aku menahannya. seandainya saat itu aku tahu kalau dia juga mempunyai perasaan yang sama aku mungkin akan memberanikan diri mengungkapkan semuanya..
semuanya hanya takdir....

Tapi ternyata Tuhan berkata lain, Tuhan masih memberikan kami kesempatan untuk memperbaiki dan merubah segalanya. dan akhirnya kita masih bisa mempersatukan hubungan kita kembali stelah terpisah. walaupun sekarang keadaannya berbeda kita tak bisa berdekatan seperti dulu lagi. tapi mungkin ini ujian sampai mana kita bisa bertahan dan mampu melewati semuanya. kalau memang kamu di takdirkan untukku suatu saat kita pasti akan bersama, kalau memang kamu bukan di takdirkan untukku aku ikhlas aku yakin tuhan telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih indah dan lebih baik buat kita.

Rabu, 25 September 2013

Kesempurnaan manusia

0 komentar

Sesungguhnya apa yang kita butuhkan tidak terlalu sama dengan apa yang kita inginkan !hidup kita terlalu sempurna sampai sampai untuk berpikir sejenak dan bersikap dewasa pun sulit ! kita terlalu sempurna sampai sampai dibutakan keinginan dan kebutuhan ter abaikan.kita sangat sempurna sampai sampai merelakan hal kecil demi hal besar yang tidak kita butuhkan .


pembutaan yang sangat sempurna


 

Hallo! i'm Isnawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template