Dear Mama..
kugoreskan tinta tuk tuliskan betapa ku rindu segala tentang mu..
Mama takkan kau temukan tulisan indah nan meluluhkan bak penulis dunia Tennyson ataupun Robert Frost, ataupun goresan-goresan kata Mahatma Gandhi yang maknanya mendalam, sungguh! benar benar tak ada.
Aku hanya ingin bercerita sedikit tentang Mama, tentang kita..
Mama..pertama kali tuhan mengizinkan ku hadir di dunia ini, kau lah malaikat tak bersayap yang pertama kali menangis bahagia akan aku, jerit tangisku lebih berharga dari kematian yang mendekap erat dirimu saat melahirkanku, dan masih engkau malakikat tak bersayap, yang pertaruhkan seluruh hidupmu demi manusia yang entah nantinya akan memuliakanmu atau menyia nyiakanmu..
Saat aku masih bayi siang malam, hujan badai, bahkan debur ombak yang dengan puasnya menabrak karang tak kau hiraukan semua demi menjaga ku, sedetikpun kau tak biarkan aku menjerit karna lapar, menangis karna haus, dan meringkuk karna dinginnya dunia….
Aku ingat betul Ketika aku masih duduk di bangku TK kau antar aku ke taman kanak kanak,sambil terkantuk kantuk kau setia menungguku didepan kelas, menunggu anakmu yang hanya bisa bermain dan menunggu anakmu yang hanya bisa merengek karna uang jajan yang kurang…atau ketika kau sedang tak bersamaku tiba tiba kau datang dari rumah dengan nafas tersengah sengah lalu berkata padaku "nakbotol minum mu tertinggal" oh God,,what a swell you are!
Mama aku kini telah tumbuh menjadi anak dewasa, aku bukan lagi anak yang mudah terjatuh akibat kerikil kerikil kecil di jalanan, aku telah mampu berdiri dengan lututku dan tenagaku sendiri, mampu bertahan melawan rasa sakit. aku ingin menjadi wanita seperti mama, yang mampu berdiri tegar melawan pilunya kehidupan, yang mampu tersenyum di balik pedihnya penderitaan hidup, yang mampu bersabar dalam suka dan duka.
Mama jarak diantara kita terlalu jauh untuk aku menggenggam jemarimu, memeluk erat tubuhmu, dan bersandar di pundakmu untuk menghilangkan segala kepedihan di hati ini. masih terlalu jauh bagi seorang mahasiswa sepertiku untuk dapat mengirimkan mu sebongkah batu intan ataupun sepeti berlian. hanya beberapa gores kata ini yang mewakili betapa ku ingin berada disampingMu dan berkata lirih "ku sangat mencintaimu betapa ku sulit, sulit sekali, hidup jauh dariMu"
Mama maaf selama ini aku sering menyakiti perasaanmu, tidak mendengarkan perintahmu, selalu menganggap aturan mama terlalu berlebihan, padahal itu semua demi kebaikanku. tak jarang aku selalu kesal dengan ocehan mama tiap pagi saat aku terlambat bangun pagi, karena mama selalu berperinsip lebih baik menunggu satu jam dari pada terlambat satu menit makanya mama sering marah jika aku terlambat ke sekolah. tapi sayang prinsip itu tak bisa ku terapkan pada diri ini.. betapa bodohnya diri ini tak menganggap semua itu demi kebaikanku.
Mama, sekian lama kau berbuat baik pada ku, meletijkan dirimu menjadikan pelayan atas diriku, Ya Allah.. begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah kau lakukan untuk anakmu ini.belum seujung kukupun kasihku sampai pada jemari mu yang hangat. kini aku sedang pergi ke dunia luas, pergi melewati jutaan kilometer jaraknya untuk sekedar terlihat pantas dihadapanmu, membalas sedikit keringat dan pengorbananmu yang mungkin bisa ku bayar nantinya, meski dunia dan seisinya berkata ‘ kasih ibu tak kan pernah terbalas dan terganti’
Tak ingin ku berhenti berlaku dan berkata halus padamu ,sampai tuhan sendiri yang menghentikannya, menghentikan nafasku, menutup rapat rapat lisanKu, baru Kau bisa menyaksikan ku berhenti berkata ‘ Trimakasih atas semua pengorbananMu Mama..’
I LOVE U SO MUCH






0 komentar:
Posting Komentar