Jatuh cinta terjadi karna proses yang begitu panjang, itulah proses yang harus di lewati secara alamiah dan manusiawi. dan proses yang panjang itu terjadi begitu singkat. saat aku pertama melihatmu tak pernah sedikitpun terlintas di pikiranku untuk menjadi orang yang spesial di hatimu. tapi keadaan berubah aku terlalu penasaran ketika kamu mulai mengisi kekosongan di hatiku. kebahagiaanku mulai hadir ketika kamu mulai memberikan perhatian yang manis dan sapaan pesan singkat. semua begitu bahagia.. dan kamu menjelma sebagai sosok pria yang aku harapkan selama ini. kamu orang yang begitu sempurna dimata ku, sampai aku tak bisa berfikir kalau aku akan mendapatkan pria yang lebih baik lagi darimu.
Dan aku sudah berharap lebih. ku gantungkan semua harapanku padamu, kuberikan sepenuhnya perhatian ku untukmu, sayangnya semua yang kuperjuangkan tak berbuah manis sesuai harapan yang ku gantungkan padamu, semua itu sirna saat perpisahan tanpa alasan yang logis kau berikan kepadaku. saat itu aku seperti di hempas dari ketinggian ribuan kilo. kamu memberikanku harapan seakan akulah yang pantas menjadi pendampingmu, lalu kamu membiarkan keadaan merenggut kebahagian yang telah ku perjuangkan tanpa perjuangan sedikitpun darimu. apakah ini adil untukku ?
Ini semua terasa aneh bagiku, kita yang dulu sempat dekat, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. aku yang terbiasa dengan sapaan di pesan singkatmu kini (terpaksa) harus ikhlas karena akhirnya kamu lebih memilih sibuk dengan karir dan dunia yang telah di tentukan orangtua mu. tanpa sedikit memikarkan perasaan ku yang harus berjuang untuk terbiasa akan hal ini.
Mr. jika aku bisa meminta pada tuhan, aku tak ingin perkenalan kita terjadi. aku tak ingin mendengar sapaan mu, aku tak ingin mendengarkan suaramu saat mendengar nama. aku tak ingin membaca pesan singkatmu yang lugu tapi manis. sungguh, aku tak ingin semua perpisahan ini terjadi jika akhirnya kamu menghempaskan aku sedalam ini.
seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan kamu bisa mengetahui isi otak ku. ah sudahlah ini semua memang harus terjadi pada kita. pada hubungan kita. aku tak tahu apa salahku sehingga kita yang baru saja mencicipi cinta, tiba tiba terhempas dari dunia mimpi ke dunia nyata.
Setiap malam ku tak mampu menahan air mataku saat wajahmu melintas dipikiran ku. aku menangis saat mulutku tak mampu berkeluh kesah, aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir. seandainya kau tahu perasaanku dalam setiap perjuanganku, mungkin kamu akan berbalik arah memilihku sebagai tujuan. tapi aku hanya persinggahan, tempatmu meletakkan segala kecemasan lalu pergi tanpa kembali untuk pulang.
semoga kau tahu aku berjuang setiap hari untuk melupakanmu. aku memaksa diriku agar semuanya terlihat baik-baik saja. aku meyakinkan diriku bahwa suatu saat aku bisa melupakanmu, aku bisa menunjukan bahwa aku bisa memiliki seseorang yang lebih baik dari kamu.
Bisakah kamu membayangkan jadi seseorang yang harus menahan air matanya setiap hari agar terlihat baik-baik saja ?
kamu tak bisa. tentu saja. kamu tidak perasa.
diambil dari cerita seorang sahabat. sebut saja namanya "Mawar" (bukan si pelaku penggunaan boraks loh guys)












