Sebenarnya malam ini aku tiba tiba mengingat mu, mengingat pertemuan kita yang singkat beberapa bulan yang lalu. pertemuan yang sebentar namun tak sebanding dengan penantian yang di rasakan.
Aku masih teringat pada pertemuan terakhir kita waktu itu. saat itu sebelum aku berangkat ke bandara aku menyempatkan diriku bertemu dengan mu untuk terakhir kali, berpamitan dan hanya untuk sekedar melihat senyummu terakhir kali. dan saat itu telah melihat kau duduk di bangku teras rumahmu yang sengaja menunggu ke datanganku. terlihat perasaan yang penuh ketidak relaan di wajahmu, seakan kau tidak ikhlas atas perpisahaan ini. ya, aku pun sama..
Aku benar benar tidak berani melihat wajahmu saat itu, aku hanya mengalihkan pandanganku ke orangtua dan adikmu yang sedang bersiap siap melakukan kegiatannya. aku benar benar tidak sanggup melihat matamu, aku benar benar tidak sanggup melihat wajahmu, aku takut air mata ini tidak tertahankan saat aku melihatmu, aku selalu menyembunyikan rasa luka itu. aku tau kaupun merasakan hal yang sama, aku melihat ada bayangan air mata yang terlihat di matamu, dan tampaknya matamu sudah mulai berkaca-kaca. itu membuatku semakin tidak sanggup.
Aku masih teringat, saat itu kau mengatakan padaku "Kamu harus kuat ya sayang dengan keadaan ini, ini hanya sementara kok, aku janji kalau ada kesempatan aku akan menemuimu disana, percayalah aku tidak akan melakukan hal yang konyol dan yang tidak kau sukai disini." dengan nada lemah, aku hanya menjawab "iya" aku tidak sanggup lagi berkata-kata saat itu sangat menyakitkan. Saat itu rasanya benar benar seperti berada dalam mimpi, rasanya baru kemarin kita bertemu, menghabiskan waktu bersama,
Aku hanya membayangkan bagaimana setelah ini terjadi, apa aku akan baik-baik saja atau aku akan merasakan rindu yang lebih parah dari sebelumnya? aku hanya bisa meyakinkan diriku bahwa ini semua akan baik baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa. aku tidak ingin merasakan semuanya terlalu dalam.
dan sekarang..
Aku benar benar rindu saat saat kamu memintaku untuk menemani kamu menyelesaikan kerjaan kantor mu, atau kerjaan rumahmu, aku kangen saat kamu selalu mengatakan rindu tiap hari, aku kangen saat kamu mengajakku makan bersama, aku kangen saat kamu mengajakku ikut serta dengan kegiatan dirumahmu bersama keluargamu, aku kangen bercanda dan ngobrol bersama kakak dan adikmu dan temanmu, aku kangen saat kamu tiba-tiba datang kerumah dan mengajakku jalan, aku kangen saat kita harus backstreet dari adikku yang selalu kepo tentang kita, aku kangen saat kita nongkrong bareng bersama temanmu atau temanku, aku kangen dengan surprise-surprise kecil yang selalu kau berikan padaku.
Kau selalu bilang, gak usah pikirkan aku disini, aku gak akan macam2 kita sudah kenal lama, kamu pasti tau bagaimana kegiatanku setiap harinya. ya itu memang benar, tapi bagaimana bisa aku tak memikirkanmu? pemikiran itu sudah pasti ada, tapi aku tidak mau terlarut dalam kesepian ini, toh aku masih punya tujuan dan tanggungjawab disini. aku tidak ingin mengekangmu,aku tidak ingin menuntut apa apa darimu, aku tidak akan memaksa atau memintamu untuk selalu setia padaku, aku tidak akan menuntut agar kamu sms, bbm, atau telpon aku tiap hari. aku hanya minta kepercayaan dan niat darimu.
Aku tidak ingin berhenti sampai disini, sudah terlalu banyak perjuangan yang kita lakukan aku tidak ingin menyerah hanya karena berjuang sendiri. aku sadar sudah berapa banyak pengorbanan yang kau lakukan untukku menemuiku, meluangkan banyak waktu untukku.
Aku tahu kalau kita masih terlalu dini membicarakan komitmen, tapi aku tak ingin hubungan ini sia-sia karena keegoisan kita dengan alasan mungkin kita masih muda.






0 komentar:
Posting Komentar