Manusia mungkin makhluk yang selalu
merasa kurang puas dengan yang dimiliki. namun ketidak puasan itu
terkadang selalu menjadi boomerang bagi kita yang kurang merasa bersyukur
dengan yang kita miliki. Hanya dengan hidup sederhanalah yang buat kita akan
puas dengan kebahagiaan yang kita miliki.
Mama papa lah yang membimbing dan mengingatkan saya bahwa hidup
itu bukan berawal dari kemewahan, dan selalu melihat kebawah dan terus
bersyukur.
Saya sekarang baru sadar bahwa
ternyata disekeliling saya masih banyak orang yang hidupnya lebih menderita dan
serba kekurangan, mungkin dulu saya tidak begitu memperdulikan perkataan
orangtua saya, dengan rasa egois dan suasana pergaulan, hampir tidak
pernah setitik pun saya melihat mereka yang ada di bawah, yang ada di
pikiran saya hanya melihat mereka yang diatas dan merengek sama orangtua
untuk meminta barang atau sesuatu yang sama dengan mereka yang
hidup dengan kemewahan. Tapi sekarang setelah tau bagaimana itu arti
kehidupan saya sadar, bahwa sifat saya yang selalu ingin mendapatkan kemewahan
gak akan bisa terwujud jika tidak kerja keras, saya bukan terlahir sebagai
orang yang memiliki pohon uang dan dapat memanennya tiap waktu, saya juga
bukan berasal dari keluarga yang memiliki harta berlimpah. Papa saya hanya
seorang wiraswastawan jika beliau tidak bekerja dari mana penghasilan
yang bisa di dapatkan.
Tidak ada kata libur dalam hidupnya, saya
sangat teriris dengan keadaan beliau yang begitu gigih dan pekerja kerja
keras.
Ingin sekali rasanya bisa membuat mereka
bangga, sampai saat ini belum seujung kukupun saya melakukan hal yang membuat
mereka bahagia dan bangga. Mungkin suatu saat dengan melihat saya memakai toga
dan mencapai segala cita-cita yang saya impikan akan sedikit bisa membuat
mereka tersenyum bahagia.






0 komentar:
Posting Komentar