Senin, 25 Juni 2018

Untukmu my love forever~ (bapak)


Patah hati terhebatku adalah saat aku merasa kehilangan cinta pertamaku untuk pertama kali,dan lagi-lagi terulang saat aku kehilangan cinta  keduaku dari sosok bapak yang sangat amat saya cintai.
Rasanya dunia hancur saat mendengar kabar buruk yang sudah membuat duniaku terasa begitu hampa, begitu lenyap. Dan saat itu juga, aku merasakan kehilangan bahu terlapangku, tempat aku mengadu seluruh keluh kesahku akan dunia yang begitu sulit dipahami.

Sampai detik ini aku masih selalu mengingatmu, masih selalu terbayang akan wajahmu, nasihatmu dan petuahmu. Maafkan aku yang belum bisa membalas semua yang sudah engkau berikan, belum sempat membuat tersenyum, dan belum bisa menuruti apa yag kau inginkan.

Jika kasih sayang seorang anak di ukur oleh harta dan tahta, maafkan aku yang belum bisa memberikan itu, jika kasih sayang seorang anak hanya di ukur oleh soal materi ada berapa banyak anak yang belum bisa memberikan materi untuk orang tuanya. Jika semuanya terukur oleh materi, dan finansial maka mungkin seluruh anak yang miskin dan tidak memiliki harta bisa dikatakan tidak menyayangi orang tuanya? What the hell? Aturan dari mana ini, lantas doa dan kasih sayang yang tulus dr seorang anak tidak bisa disebut dengan menyayangi? Entahlah. Aturan semacam apa itu, siapapun yang mengatakannya, pada intinya rasa sayang dan kasih sayang tidak dapat di ukur oleh materi sebesar apapun.

Biar saja Allah yang maha mengetahui  yang tahu sebesar apa rasa sayang yang ada dilubuk hati ini untuk beliau. Biarkan saja Allah yang melihatnya. I think dunia tidak perlu tahu luka sebesar apa yang sudah terukir di hati, simpan semua cerita dalam doa.

Maafkan aku Pa, yang lagi-lagi belum bisa membahagiakan. Jika sampai detik ini aku belum bisa memberikan materi, bukan berarti aku tidak menyayangimu, tidak mencintaimu. Demi Allah rasa sayangku tidak bisa diukur oleh apapun untukmu pa. aku rela jika harus bertukar nyawa denganmu. Biarkan saja aku yang terbaring lemah, biarkan saja aku yang tidur di tempat peristirahatanmu yang terakhir. Kalau memang semuanya bisa terjadi. Tetapi Allah berkata lain, Allah lebih mengizinkan bapak menghadapNya duluan.

Aku dari anak yang tak sedarah denganmu, yang menyayangimu, yang mencintaimu lebih dari apapun hanya bisa mendoakan. semoga engkau dilimpahkan karunia, berada ditempat terbaik, diterima amal ibadah, dilapangkan serta dihapuskan segala kesalahan dan dimuliakan tempat tinggal.
Doakan kami jg pak agar kuat dan tabah melewati semua ujian ini. Doakan kami bisa melalui semuanya tanpa bahu dan tanganmu lagi.
Thankyou very much until we meet again my love

0 komentar:

Posting Komentar

 

Hallo! i'm Isnawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template