Patah hati terhebatku adalah saat aku merasa kehilangan
cinta pertamaku untuk pertama kali,dan lagi-lagi terulang saat aku kehilangan
cinta keduaku dari sosok bapak yang
sangat amat saya cintai.
Rasanya dunia hancur saat mendengar kabar buruk yang sudah
membuat duniaku terasa begitu hampa, begitu lenyap. Dan saat itu juga, aku
merasakan kehilangan bahu terlapangku, tempat aku mengadu seluruh keluh kesahku
akan dunia yang begitu sulit dipahami.
Sampai detik ini aku masih selalu mengingatmu, masih selalu
terbayang akan wajahmu, nasihatmu dan petuahmu. Maafkan aku yang belum bisa
membalas semua yang sudah engkau berikan, belum sempat membuat tersenyum, dan
belum bisa menuruti apa yag kau inginkan.
Jika kasih sayang seorang anak di ukur oleh harta dan tahta,
maafkan aku yang belum bisa memberikan itu, jika kasih sayang seorang anak
hanya di ukur oleh soal materi ada berapa banyak anak yang belum bisa
memberikan materi untuk orang tuanya. Jika semuanya terukur oleh materi, dan
finansial maka mungkin seluruh anak yang miskin dan tidak memiliki harta bisa
dikatakan tidak menyayangi orang tuanya? What the hell? Aturan dari mana ini,
lantas doa dan kasih sayang yang tulus dr seorang anak tidak bisa disebut
dengan menyayangi? Entahlah. Aturan semacam apa itu, siapapun yang
mengatakannya, pada intinya rasa sayang dan kasih sayang tidak dapat di ukur
oleh materi sebesar apapun.
Biar saja Allah yang maha mengetahui yang tahu sebesar apa rasa sayang yang ada
dilubuk hati ini untuk beliau. Biarkan saja Allah yang melihatnya. I think
dunia tidak perlu tahu luka sebesar apa yang sudah terukir di hati, simpan
semua cerita dalam doa.
Maafkan aku Pa, yang lagi-lagi belum bisa membahagiakan. Jika
sampai detik ini aku belum bisa memberikan materi, bukan berarti aku tidak
menyayangimu, tidak mencintaimu. Demi Allah rasa sayangku tidak bisa diukur
oleh apapun untukmu pa. aku rela jika harus bertukar nyawa denganmu. Biarkan saja
aku yang terbaring lemah, biarkan saja aku yang tidur di tempat
peristirahatanmu yang terakhir. Kalau memang semuanya bisa terjadi. Tetapi Allah
berkata lain, Allah lebih mengizinkan bapak menghadapNya duluan.
Aku dari anak yang tak sedarah denganmu, yang menyayangimu,
yang mencintaimu lebih dari apapun hanya bisa mendoakan. semoga engkau
dilimpahkan karunia, berada ditempat terbaik, diterima amal ibadah, dilapangkan
serta dihapuskan segala kesalahan dan dimuliakan tempat tinggal.
Doakan kami jg pak agar kuat dan tabah melewati semua ujian
ini. Doakan kami bisa melalui semuanya tanpa bahu dan tanganmu lagi.
Thankyou very much until we meet again my love






0 komentar:
Posting Komentar