Tidak ada yang menyenangkan berjalan dalam bayang-bayang. tapi entah kenapa bayangmu selalu saja memberikanku banyak arti, dan selalu membuatku memutuskan untuk berjalan lagi. sebenarnya aku tahu bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan, tetapi berkali-kali kamu selalu meyakinkan bahwa cintamu memang pantas untuk diperjuangkan. Tetapi kamu masuk dalam hidupku dengan label Sahabat. Haruskah aku bilang bahwa semua sikapmu membuat aku muak? Kita pernah berada dihubungan yang lebih dari sahabat, lalu kau memintaku meneruskan hubungan denganmu sebagai sahabat biasa. Dan setelah semua yang kau lakukan dan yang kau berikan, aku masih biasa saja sebagai sahabatmu? Tidak.
Aku menggelengkan kepala dan sibuk menahan rasa sesakku. Karena semua yang ku lihat selalu membuatku ingat. Kamu membekas dalam otakku, dan akupun tak mengerti cara mengusirmu dalam hatiku. Dan saat ini aku mengingat setiap jalan yang kita lewati berdua dan yang muncul dikepalaku hanyalah senyummu yang selalu aku lihat di kaca spion motormu, memelukmu erat seakan tak ada lagi hari esok, dan mendengarkanmu bercerita tentang apapun. sungguh kebahagiaan bagiku sangat sederhana.
Perasaan ini semakin sulit untuk dipertanggungjawabkan, terutama jika kamu sering menghilang karena berbagai alasan. Dan aku hanya mampu menunggu dengan sabar, menatap ponsel dengan penuh harap. berharap kamu menghubungiku dan mengajakku untuk bertemu. Tapi, kamu tidak pernah ada. kamu tidak pernah ada saat hari-hari aku membutuhkanmu. Aku mengerti, tidak bisa aku menuntutmu segalanya, karena perempuan yang kau sembunyikan ini tidak berhak mengatur dan meminta apapun darimu. namun salahkah, jika suatu saat nanti, aku ingin, aku punya hak, punya otoritas, untuk terus bersamamu? Mungkin ini gila, tapi memendam rasa dan rindu lalu tidak bertemu denganmu itu semakin membuatku gila.
Sungguh aku tidak meminta waktumu lebih dari yang kamu berikan kepadaku, karena aku juga paham, waktumu telah tersita dengan pekerjaan dan game-mu , dan mungkin gadis pilihanmu. sebagai yang bukan pilihan, aku hanya menatapmu dengan sabar hingga waktu yang tepat datang. Kamu tidak tahu luka yang ada saat aku memelukmu, pelukan yang mungkin terasa begitu berlebihan, kamu tidak tahu rasa sakit hati yang ada, saat aku ingin bersamamu, menghabiskan waktu denganmu, kamu selalu sibuk dengan duniamu, dan bercerita tentang wanita yang kau cintai. dan tanpa kamu sadari kamu sudah membuat perempuan yang ada di depan matamu merasakan sakit yang sulit dijelaskan. bisakah kamu menebak apa yang ada dalam benakku? aku merasa kamu adalah the one sementara kamu hanya menganggapku pelampiasan.
Luka itu semakin meluas, saat aku berusaha melupakanmu dan mengaggap semuanya biasa saja, namun kamu pada akhirnya selalu punya tempat dihatiku. kamu selalu ada ditempat yang sukarela selalu aku sediakan dan aku berikan hatiku yang tuh untuk kamu patahkan berkali-kali. semakin aku jatuh cinta padamu, semakin aku menyadari bahwa kamu tidak mungkin aku miliki. Bahkan aku tidak tahu status kita bisa dinamakan apa. Kita bersahabat, tapi kamu seperti menyembunyikanku sebagai sahabatmu, dan yang lebih anehnya lagi kamu selalu bersikap lebih dari layaknya seorang sahabat.
Beb, kamu tidak mengerti seberapa dalam luka hati yang aku rasakan. setiap pelukanmu, setiap kecupmu, setiap kata yang keluar dari bibirmu, selalu berhasil membuatku luluh. Kamulah iblis yang terlihat malaikat didepanku, kamulah penjahat yang aku bela mati-matian, kaulah tersangka yang rela aku sembunyikan. Hingga pada akhirnya orang mengetahui dan mengaggapku bodoh. Padahal, kamu tahu betul, siapa yang paling hiperaktif dalam pertemuan kita. bukan aku, bukan kamu, tetapi takdir yang mempertemukan kita dan saling memandang. Apakah cinta tetap benar jika dia datang diwaktu yang tidak tepat?
Beb, kamu tahu perasaan yang aku miliki, kamu juga tahu siapa yang paling mencintaimu disini. yang membuataku sedih bukan karena aku tidak memelukmu berhari-hari, namun yang bikin aku sedih adalah kenapa aku tidak pernah diberi kesempatan untuk memperjuangkanmu lebih jauh lagi? yang membuatku terluka bukan karena kamu lebih dulu punya kekasih. tetapi kenapa kamu tidak pernah mengaku pada siapapun bahwa aku hadir dalam hidupmu. Aku tidak pernah bersedih terlalu banyak jika tidak bertemu denganmu, aku juga tidak pernah marah jika harus kehilangan kamu terus, Namun, sadarkah kamu, bahwa ada perempuan yang selalu mengalah demi si bodoh yang sangat dia cintai.
Beri aku kesempatan untuk berpindah. jika kamu tidak mengharapkan aku dalam hidupmu, jangan biarkan aku tetap tinggal jika pada akhirnya kamu yang akan meninggalkan.
Untuk kamu yang tak pernah menganggapku the one~






0 komentar:
Posting Komentar