Minggu, 28 Agustus 2016

Aku ingin berhenti memperjuangkanmu

0 komentar
Tidak ada yang menyenangkan berjalan dalam bayang-bayang. tapi entah kenapa bayangmu selalu saja memberikanku banyak arti, dan selalu membuatku memutuskan untuk berjalan lagi. sebenarnya aku tahu bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan, tetapi berkali-kali kamu selalu meyakinkan bahwa cintamu memang pantas untuk diperjuangkan. Tetapi kamu masuk dalam hidupku dengan label Sahabat. Haruskah aku bilang bahwa semua sikapmu membuat aku muak? Kita pernah berada dihubungan yang lebih dari sahabat, lalu kau memintaku meneruskan hubungan denganmu sebagai sahabat biasa. Dan setelah semua yang kau lakukan dan yang kau berikan, aku masih biasa saja sebagai sahabatmu? Tidak.

Aku menggelengkan kepala dan sibuk menahan rasa sesakku. Karena semua yang ku lihat selalu membuatku ingat. Kamu membekas dalam otakku, dan akupun tak mengerti cara mengusirmu dalam hatiku. Dan saat ini aku mengingat setiap jalan yang kita lewati berdua dan yang muncul dikepalaku hanyalah senyummu yang selalu aku lihat di kaca spion motormu, memelukmu erat seakan tak ada lagi hari esok, dan mendengarkanmu bercerita tentang apapun. sungguh kebahagiaan bagiku sangat sederhana. 

Perasaan ini semakin sulit untuk dipertanggungjawabkan, terutama jika kamu sering menghilang karena berbagai alasan. Dan aku hanya mampu menunggu dengan sabar, menatap ponsel dengan penuh harap. berharap kamu menghubungiku dan mengajakku untuk bertemu. Tapi, kamu tidak pernah ada. kamu tidak pernah ada saat hari-hari aku membutuhkanmu. Aku mengerti, tidak bisa aku menuntutmu segalanya, karena perempuan yang kau sembunyikan ini tidak berhak mengatur dan meminta apapun darimu. namun salahkah, jika suatu saat nanti, aku ingin, aku punya hak, punya otoritas, untuk terus bersamamu? Mungkin ini gila, tapi memendam rasa dan rindu lalu tidak bertemu denganmu itu semakin membuatku gila.

Sungguh aku tidak meminta waktumu lebih dari yang kamu berikan kepadaku, karena aku juga paham, waktumu telah tersita dengan pekerjaan dan game-mu , dan mungkin gadis pilihanmu. sebagai yang bukan pilihan, aku hanya menatapmu dengan sabar hingga waktu yang tepat datang. Kamu tidak tahu luka yang ada saat aku memelukmu, pelukan yang mungkin terasa begitu berlebihan, kamu tidak tahu rasa sakit hati yang ada, saat aku ingin bersamamu, menghabiskan waktu denganmu, kamu selalu sibuk dengan duniamu, dan bercerita tentang wanita yang kau cintai. dan tanpa kamu sadari kamu sudah membuat perempuan yang ada di depan matamu merasakan sakit yang sulit dijelaskan. bisakah kamu menebak apa yang ada dalam benakku? aku merasa kamu adalah the one sementara kamu hanya menganggapku pelampiasan.

Luka itu semakin meluas, saat aku berusaha melupakanmu dan mengaggap semuanya biasa saja, namun kamu pada akhirnya selalu punya tempat dihatiku. kamu selalu ada ditempat yang sukarela selalu aku sediakan dan aku berikan hatiku yang tuh untuk kamu patahkan berkali-kali. semakin aku jatuh cinta padamu, semakin aku menyadari bahwa kamu tidak mungkin aku miliki. Bahkan aku tidak tahu status kita bisa dinamakan apa. Kita bersahabat, tapi kamu seperti menyembunyikanku sebagai sahabatmu, dan yang lebih anehnya lagi kamu selalu bersikap lebih dari layaknya seorang sahabat. 

Beb, kamu tidak mengerti seberapa dalam luka hati yang aku rasakan. setiap pelukanmu, setiap kecupmu, setiap kata yang keluar dari bibirmu, selalu berhasil membuatku luluh. Kamulah iblis yang terlihat malaikat didepanku, kamulah penjahat yang aku bela mati-matian, kaulah tersangka yang rela aku sembunyikan. Hingga pada akhirnya orang mengetahui dan mengaggapku bodoh. Padahal, kamu tahu betul, siapa yang paling hiperaktif dalam pertemuan kita. bukan aku, bukan kamu, tetapi takdir yang mempertemukan kita dan saling memandang. Apakah cinta tetap benar jika dia datang diwaktu yang tidak tepat?

Beb, kamu tahu perasaan yang aku miliki, kamu juga tahu siapa yang paling mencintaimu disini. yang membuataku sedih bukan karena aku tidak memelukmu berhari-hari, namun yang bikin aku sedih adalah kenapa aku tidak pernah diberi kesempatan untuk memperjuangkanmu lebih jauh lagi? yang membuatku terluka bukan karena kamu lebih dulu punya kekasih. tetapi kenapa kamu tidak pernah mengaku pada siapapun bahwa aku hadir dalam hidupmu. Aku tidak pernah bersedih terlalu banyak jika tidak bertemu denganmu, aku juga tidak pernah marah jika harus kehilangan kamu terus, Namun, sadarkah kamu, bahwa ada perempuan yang selalu mengalah demi si bodoh yang sangat dia cintai. 

Beri aku kesempatan untuk berpindah. jika kamu tidak mengharapkan aku dalam hidupmu, jangan biarkan aku tetap tinggal jika pada akhirnya kamu yang akan meninggalkan.



Untuk kamu yang tak pernah menganggapku the one~

Selasa, 16 Agustus 2016

Yang selalu aku harapkan darimu

0 komentar
Aku yang selalu memandangimu dengan rasa rindu yang mungkin hanya aku dan tuhan yang pahami. Aku tidak bisa berbohong bahwa aku semakin mencintaimu, aku semakin jatuh cinta pada caramu memandangiku, caramu merangkulku, caramu memelukku, caramu merangkul bahuku, caramu menggenggam jemariku, caramu memanggilku, dan cara-cara lain yang kau lakukan-- untuk membuatku bahagia. aku tidak bisa berbohong bahwa chat darimulah yang selalu aku tunggu. kamu adalah notifikasi favoritku. Kamu adalah suntikan keajaiban yang selalu membuatku bahagia menatap layar ponselku. ketika namamu tertera disana, cepat-cepat aku membalas, dan balasan darimu juga segera masuk. Hingga hari ini hanya kamu lah yang kunanti, tapi aku cukup sadar diri bahwa kebahagiaan ini mungkin saja segera berakhir.

Aku juga cukup sadar diri bahwa kamu tidak akan mungkin aku miliki, dan kamu tidak akan mungkin memiliki perasaan yang sama terhadapku. aku cukup tahu bahwa aku dan kamu bisa saja segera berakhir, tanpa alasan dan penjelasan, tanpa ucapan perpisahan. aku cukup paham bahwa kamu bukan seutuhnya milikku karena kebersamaan kita memang hanyalah kebahagiaan sesaat yang akan hilang dengan pergantian musim atau bulan. Aku tahu semua ini bahkan akan berakhir sebelum kamu benar-benar paham seberapa dalam perasaanku. 

Semua tentang akhir, mungkin kebahagiaan tidak akan pernah jadi milik kita dalam jangka panjang, maka kubiarkan kamu memelukku dengan erat, sebelum kita benar-benar berpisah. Kubiarkan kamu tetap berbisik sambil memanggil namaku dengan lembut, karena mungkin ini bisa saja pertemuan terakhir kita. Kita tidak akan pernah tahu kapan adanya perpisahan, yang kita tahu bahwa kita masih punya waktu untuk menikmati sisa-sisa waktu kita berdua miliki.

Seringkali di tengah-tengah pelukmu kamu menceritakan kekasihmu, kekasih yang selama ini kamu cintai. bercerita tentang wanita yang datang padamu, dan wanita yang kamu kagumi. Saat itu kamu mungkin tidak memikirkan betapa sesaknya dadaku. betapa sesaknya menerima kenyataan bahwa aku hanyalah pelarian untuk menghilangkan kebosanan. Ketika kamu menceritakan dia aku memilih menjadi pendengar yang baik, sambil menatap matamu dalam-dalam, berusaha mencari kesungguhan dalam mata itu, berusaha menjawab pertanyaan: adakah aku dimata dan hatimu? apa yang aku temukan? aku juga menemukan diriku dalam matamu. Tapi, bayangan itu menghilang, memudar, seakan sebuah isyarat bahwa kesalahan ini harus segera diakhiri, tetapi ada perasaan takut untuk meninggalkanmu, aku takut kehilanganmu, dan aku tidak ingin menjauh darimu.

Kamu selalu begitu, menghubungiku saat kamu sedang kesepian, kamu selalu ingin menemuiku saat kamu sedang merindu, kamu selalu meminta aku datang dan menemuimu saat kamu sedang membutuhkanku,saat kamu sedang jenuh menghadapi tuntutan dunia aku selalu jadi orang pertama yang kamu minta untuk menemanimu. Lalu, apa yang aku lakukan? aku selalu ada untuk kamu. aku selalu mengorbankan waktuku hanya untuk bertemu denganmu, aku tidak perduli dengan hujan yang membasahi tubuhku, aku tidak perduli dengan jarak yang aku tempuh, yang aku tahu kamu sedang membutuhkanku dan aku harus segera datang, karena kamu bagiku lebih penting dari segala urusan duniaku.

Aku tidak tahu harus lakukan apa sekarang, apakah aku harus lari atau aku cukup diam saja, dan menganggap semua tidak pernah terjadi? Apakah aku harus bersikap biasa saja, tetap mencintaimu seperti kemarin-kemarin, dan mengaggap pelukmu serta ucapanmu bukanlah bualan? aku tahu ucapanmu tentang perasaanmu kepadaku tidak pernah bohong. Aku tahu betul, matamu tidak akan berhasil membohongiku. Tapi, yang selalu menjadi pertanyaanku adalah jika kamu selalu nyaan bersamaku, mengapa kamu tidak pernah membiarkan dirimu hanya dimiliki oleh satu hati? 

Aku tidak tahu siapa pemilik hatimu yang sesungguhnya. Yang aku tahu, kamu hanyalah pria biasa yang tidak mecintai sisi malaikat dalam diriku, justru kamu mencintai iblis dalam diriku. Kamu mencintai keliaranku, kamu mencintai cara berpikirku yang berbeda dari yang lainnya. kamu mencitai caraku melanggar segala macam peraturan demi memperjuangkan yang aku anggap benar, kamu mencintai sisi gelapku, kamu mencintaiku dalam keremangan yang menghangatkan. Yang aku suka darimu, kamu tidak sedang memaksa aku untuk memiliki sikap yang sangat malaikat, kamu justru membisikan hal-hal menyejukkan yang selalu berhasil mendiamkan iblis jahat dalam diriku.

Kita sama-sama hadir dari kegelapan. Kita sama-saa gelap. Dan, percayakah kamu bahwa semua gelap akan menemukan terang di ujung jalan?

Aku ingin ke ujung jalan. Bersamamu.


Untuk pria yang belum percaya,
bahwa jalan pulang terdekat,
selalu lebih baik,
daripada jalan pulang terjauh.




















 

Hallo! i'm Isnawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template