Minggu, 28 Agustus 2016

Aku ingin berhenti memperjuangkanmu

0 komentar
Tidak ada yang menyenangkan berjalan dalam bayang-bayang. tapi entah kenapa bayangmu selalu saja memberikanku banyak arti, dan selalu membuatku memutuskan untuk berjalan lagi. sebenarnya aku tahu bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan, tetapi berkali-kali kamu selalu meyakinkan bahwa cintamu memang pantas untuk diperjuangkan. Tetapi kamu masuk dalam hidupku dengan label Sahabat. Haruskah aku bilang bahwa semua sikapmu membuat aku muak? Kita pernah berada dihubungan yang lebih dari sahabat, lalu kau memintaku meneruskan hubungan denganmu sebagai sahabat biasa. Dan setelah semua yang kau lakukan dan yang kau berikan, aku masih biasa saja sebagai sahabatmu? Tidak.

Aku menggelengkan kepala dan sibuk menahan rasa sesakku. Karena semua yang ku lihat selalu membuatku ingat. Kamu membekas dalam otakku, dan akupun tak mengerti cara mengusirmu dalam hatiku. Dan saat ini aku mengingat setiap jalan yang kita lewati berdua dan yang muncul dikepalaku hanyalah senyummu yang selalu aku lihat di kaca spion motormu, memelukmu erat seakan tak ada lagi hari esok, dan mendengarkanmu bercerita tentang apapun. sungguh kebahagiaan bagiku sangat sederhana. 

Perasaan ini semakin sulit untuk dipertanggungjawabkan, terutama jika kamu sering menghilang karena berbagai alasan. Dan aku hanya mampu menunggu dengan sabar, menatap ponsel dengan penuh harap. berharap kamu menghubungiku dan mengajakku untuk bertemu. Tapi, kamu tidak pernah ada. kamu tidak pernah ada saat hari-hari aku membutuhkanmu. Aku mengerti, tidak bisa aku menuntutmu segalanya, karena perempuan yang kau sembunyikan ini tidak berhak mengatur dan meminta apapun darimu. namun salahkah, jika suatu saat nanti, aku ingin, aku punya hak, punya otoritas, untuk terus bersamamu? Mungkin ini gila, tapi memendam rasa dan rindu lalu tidak bertemu denganmu itu semakin membuatku gila.

Sungguh aku tidak meminta waktumu lebih dari yang kamu berikan kepadaku, karena aku juga paham, waktumu telah tersita dengan pekerjaan dan game-mu , dan mungkin gadis pilihanmu. sebagai yang bukan pilihan, aku hanya menatapmu dengan sabar hingga waktu yang tepat datang. Kamu tidak tahu luka yang ada saat aku memelukmu, pelukan yang mungkin terasa begitu berlebihan, kamu tidak tahu rasa sakit hati yang ada, saat aku ingin bersamamu, menghabiskan waktu denganmu, kamu selalu sibuk dengan duniamu, dan bercerita tentang wanita yang kau cintai. dan tanpa kamu sadari kamu sudah membuat perempuan yang ada di depan matamu merasakan sakit yang sulit dijelaskan. bisakah kamu menebak apa yang ada dalam benakku? aku merasa kamu adalah the one sementara kamu hanya menganggapku pelampiasan.

Luka itu semakin meluas, saat aku berusaha melupakanmu dan mengaggap semuanya biasa saja, namun kamu pada akhirnya selalu punya tempat dihatiku. kamu selalu ada ditempat yang sukarela selalu aku sediakan dan aku berikan hatiku yang tuh untuk kamu patahkan berkali-kali. semakin aku jatuh cinta padamu, semakin aku menyadari bahwa kamu tidak mungkin aku miliki. Bahkan aku tidak tahu status kita bisa dinamakan apa. Kita bersahabat, tapi kamu seperti menyembunyikanku sebagai sahabatmu, dan yang lebih anehnya lagi kamu selalu bersikap lebih dari layaknya seorang sahabat. 

Beb, kamu tidak mengerti seberapa dalam luka hati yang aku rasakan. setiap pelukanmu, setiap kecupmu, setiap kata yang keluar dari bibirmu, selalu berhasil membuatku luluh. Kamulah iblis yang terlihat malaikat didepanku, kamulah penjahat yang aku bela mati-matian, kaulah tersangka yang rela aku sembunyikan. Hingga pada akhirnya orang mengetahui dan mengaggapku bodoh. Padahal, kamu tahu betul, siapa yang paling hiperaktif dalam pertemuan kita. bukan aku, bukan kamu, tetapi takdir yang mempertemukan kita dan saling memandang. Apakah cinta tetap benar jika dia datang diwaktu yang tidak tepat?

Beb, kamu tahu perasaan yang aku miliki, kamu juga tahu siapa yang paling mencintaimu disini. yang membuataku sedih bukan karena aku tidak memelukmu berhari-hari, namun yang bikin aku sedih adalah kenapa aku tidak pernah diberi kesempatan untuk memperjuangkanmu lebih jauh lagi? yang membuatku terluka bukan karena kamu lebih dulu punya kekasih. tetapi kenapa kamu tidak pernah mengaku pada siapapun bahwa aku hadir dalam hidupmu. Aku tidak pernah bersedih terlalu banyak jika tidak bertemu denganmu, aku juga tidak pernah marah jika harus kehilangan kamu terus, Namun, sadarkah kamu, bahwa ada perempuan yang selalu mengalah demi si bodoh yang sangat dia cintai. 

Beri aku kesempatan untuk berpindah. jika kamu tidak mengharapkan aku dalam hidupmu, jangan biarkan aku tetap tinggal jika pada akhirnya kamu yang akan meninggalkan.



Untuk kamu yang tak pernah menganggapku the one~

Selasa, 16 Agustus 2016

Yang selalu aku harapkan darimu

0 komentar
Aku yang selalu memandangimu dengan rasa rindu yang mungkin hanya aku dan tuhan yang pahami. Aku tidak bisa berbohong bahwa aku semakin mencintaimu, aku semakin jatuh cinta pada caramu memandangiku, caramu merangkulku, caramu memelukku, caramu merangkul bahuku, caramu menggenggam jemariku, caramu memanggilku, dan cara-cara lain yang kau lakukan-- untuk membuatku bahagia. aku tidak bisa berbohong bahwa chat darimulah yang selalu aku tunggu. kamu adalah notifikasi favoritku. Kamu adalah suntikan keajaiban yang selalu membuatku bahagia menatap layar ponselku. ketika namamu tertera disana, cepat-cepat aku membalas, dan balasan darimu juga segera masuk. Hingga hari ini hanya kamu lah yang kunanti, tapi aku cukup sadar diri bahwa kebahagiaan ini mungkin saja segera berakhir.

Aku juga cukup sadar diri bahwa kamu tidak akan mungkin aku miliki, dan kamu tidak akan mungkin memiliki perasaan yang sama terhadapku. aku cukup tahu bahwa aku dan kamu bisa saja segera berakhir, tanpa alasan dan penjelasan, tanpa ucapan perpisahan. aku cukup paham bahwa kamu bukan seutuhnya milikku karena kebersamaan kita memang hanyalah kebahagiaan sesaat yang akan hilang dengan pergantian musim atau bulan. Aku tahu semua ini bahkan akan berakhir sebelum kamu benar-benar paham seberapa dalam perasaanku. 

Semua tentang akhir, mungkin kebahagiaan tidak akan pernah jadi milik kita dalam jangka panjang, maka kubiarkan kamu memelukku dengan erat, sebelum kita benar-benar berpisah. Kubiarkan kamu tetap berbisik sambil memanggil namaku dengan lembut, karena mungkin ini bisa saja pertemuan terakhir kita. Kita tidak akan pernah tahu kapan adanya perpisahan, yang kita tahu bahwa kita masih punya waktu untuk menikmati sisa-sisa waktu kita berdua miliki.

Seringkali di tengah-tengah pelukmu kamu menceritakan kekasihmu, kekasih yang selama ini kamu cintai. bercerita tentang wanita yang datang padamu, dan wanita yang kamu kagumi. Saat itu kamu mungkin tidak memikirkan betapa sesaknya dadaku. betapa sesaknya menerima kenyataan bahwa aku hanyalah pelarian untuk menghilangkan kebosanan. Ketika kamu menceritakan dia aku memilih menjadi pendengar yang baik, sambil menatap matamu dalam-dalam, berusaha mencari kesungguhan dalam mata itu, berusaha menjawab pertanyaan: adakah aku dimata dan hatimu? apa yang aku temukan? aku juga menemukan diriku dalam matamu. Tapi, bayangan itu menghilang, memudar, seakan sebuah isyarat bahwa kesalahan ini harus segera diakhiri, tetapi ada perasaan takut untuk meninggalkanmu, aku takut kehilanganmu, dan aku tidak ingin menjauh darimu.

Kamu selalu begitu, menghubungiku saat kamu sedang kesepian, kamu selalu ingin menemuiku saat kamu sedang merindu, kamu selalu meminta aku datang dan menemuimu saat kamu sedang membutuhkanku,saat kamu sedang jenuh menghadapi tuntutan dunia aku selalu jadi orang pertama yang kamu minta untuk menemanimu. Lalu, apa yang aku lakukan? aku selalu ada untuk kamu. aku selalu mengorbankan waktuku hanya untuk bertemu denganmu, aku tidak perduli dengan hujan yang membasahi tubuhku, aku tidak perduli dengan jarak yang aku tempuh, yang aku tahu kamu sedang membutuhkanku dan aku harus segera datang, karena kamu bagiku lebih penting dari segala urusan duniaku.

Aku tidak tahu harus lakukan apa sekarang, apakah aku harus lari atau aku cukup diam saja, dan menganggap semua tidak pernah terjadi? Apakah aku harus bersikap biasa saja, tetap mencintaimu seperti kemarin-kemarin, dan mengaggap pelukmu serta ucapanmu bukanlah bualan? aku tahu ucapanmu tentang perasaanmu kepadaku tidak pernah bohong. Aku tahu betul, matamu tidak akan berhasil membohongiku. Tapi, yang selalu menjadi pertanyaanku adalah jika kamu selalu nyaan bersamaku, mengapa kamu tidak pernah membiarkan dirimu hanya dimiliki oleh satu hati? 

Aku tidak tahu siapa pemilik hatimu yang sesungguhnya. Yang aku tahu, kamu hanyalah pria biasa yang tidak mecintai sisi malaikat dalam diriku, justru kamu mencintai iblis dalam diriku. Kamu mencintai keliaranku, kamu mencintai cara berpikirku yang berbeda dari yang lainnya. kamu mencitai caraku melanggar segala macam peraturan demi memperjuangkan yang aku anggap benar, kamu mencintai sisi gelapku, kamu mencintaiku dalam keremangan yang menghangatkan. Yang aku suka darimu, kamu tidak sedang memaksa aku untuk memiliki sikap yang sangat malaikat, kamu justru membisikan hal-hal menyejukkan yang selalu berhasil mendiamkan iblis jahat dalam diriku.

Kita sama-sama hadir dari kegelapan. Kita sama-saa gelap. Dan, percayakah kamu bahwa semua gelap akan menemukan terang di ujung jalan?

Aku ingin ke ujung jalan. Bersamamu.


Untuk pria yang belum percaya,
bahwa jalan pulang terdekat,
selalu lebih baik,
daripada jalan pulang terjauh.




















Minggu, 12 Juni 2016

Jilbab bukan lagi soal menyederhanakan penampilan

0 komentar
Semalam saya membaca sebuah tulisan di blog dan merasa tertampar ketika mendapati sebuah kalimat. Kalimat itu kurang lebih berisi bahwa saat ini banyak muslimah yang lupa dengan tujuan awal berjilbab. Tujuan awal yang dimaksud adalah bahwa berjilbab itu soal menyederhanakan penampilan dan merupakan bentuk dari ketaatan pada-Nya. Sungguh hati ini mencelos rasanya.
Saya sendiri sangat mengakui bahwa saya belum sempurna soal berjilbab. Masih sering termakan iklan atau ikut-ikutan tampil beda dalam berjilbab hanya karena ingin dianggap trendi dan nggak kuno. Lingkaran pertemanan saya pun didominasi oleh para muslimah yang berhijab. Ada yang sudah berjilbab sejak kecil, ada juga yang baru berjilbab saat lulus SMA. Saya sendiri tak punya hak rasanya untuk menghakimi atau menilai siapa yang paling sempurna dari mereka semua. Setiap orang punya proses dan perjalanan hidupnya sendiri. Dan semoga kami semua bisa makin lebih baik dari waktu ke waktu.
Beberapa waktu terakhir beredar berbagai macam tren dan isu soal jilbab. Mulai dari soal jilboobs hingga berjilbab dengan kerudung warna-warni yang berlilit-lilit. Ada banyak yang menghujat, mencibir, dan menyudutkan. Saya paham betul mereka yang marah adalah karena mereka juga peduli dan ingin kembali mengingatkan akan tujuan dan niat awal berjilbab. Tapi saya juga tak bisa begitu saja menghakimi mereka yang "dianggap salah" sementara saya sendiri menyadari saya bukanlah orang yang sempurna.
Sebagai wanita, rasanya sudah ada naluri untuk bisa tampil cantik dan lebih anggun saat berpenampilan. Tak heran kalau saat berpakaian pun, kita bisa rela untuk menghabiskan lebih banyak waktu mencari baju yang pas dengan berbagai pernak-pernik dan aksesoris. Saya pun masih sering melakukannya. Lalu kemudian saya membaca bawah putri Rasulullah saja gamisnya sangat sederhana. Sungguh, bentuk ketaatan itu tak sekadar dinilai dari betapa mahal atau mewahnya baju yang kita pakai.
Dikritik atau diberi masukan soal baju atau cara berpakaian terkadang memang bisa jadi hal yang cukup sensitif. Tak semua orang suka dikritik. Tak semua wanita bisa dipaksa untuk berubah dalam waktu sekejap. Mungkin memang maksud orang yang memberi nasihat atau kritikan itu baik agar kita juga bisa kembali diingatkan soal niat dan tujuan awal kita berjilbab. Tapi sekali lagi, saya yakin setiap orang punya pergolakan batinnya sendiri-sendiri. Yang penting semoga saja memang kita semua bisa selalu berproses ke arah yang lebih baik. Tak tersinggung jika diberi nasihat. Tak juga langsung marah-marah ketika diingatkan. Tapi juga tak perlu menghakimi orang lain. Ah, maaf jika saya jadi sok ceramah atau menggurui. Semua itu hanyalah opini pribadi saya yang mungkin tak sepenuhnya bisa diterima oleh semua orang.
Semoga kita semua bisa terus berproses untuk lebih baik dari waktu ke waktu. Soal berjilbab, juga akhlak. Soal berkomunikasi, bertutur, saling menasihati juga mengingatkan. Dan semoga kita semua, saya khususnya, bisa tetap menjaga niat soal berjilbab. Niat untuk beribadah dan menjaga ketaatan pada-Nya.

Kamis, 28 April 2016

ingin menetap dihatimu

0 komentar
Jatuh Cinta adalah dua kata yang sulit dijelaskan. Tidak terdefinisikan. ini soal hati. Tidak ada alasan dan Tak ada jawaban. Aku tidak punya alasan kenapa aku bisa menyukaimu, aku bisa jatuh cinta kepadamu. Sungguh aku sama sekali tidak tahu kenapa perasaan ini hadir untukmu. setelah sekian lama aku membiarkan hati ini kosong, lalu kamu hadir dengan memberikan rasa yang telah lama aku hampir tidak pernah merasakannya kembali. 

Aku tidak terlalu paham apa itu rasa nyaman, yang aku tahu setiap kau menatap, hatiku ingin menetap.
Sungguh aku sangat menyukaimu, aku suka dengan segala tingkahmu, aku menyukai kedewasaanmu, rasanya semua yang aku butuhkan dari sosok pria selama ini ada padamu. aku tidak tahu apakah kau memiliki perasaan yang sama kepadaku atau hanya aku yang merasakan perasaan aneh ini. Entahlah.

Aku tidak tahu bagaimana caraku mengatakan semua ini. rasanya impossible jika kamu merasakan perasaan yang sama sepertiku, aku tahu dihatimu masih ada seseorang yang selama ini belum hilang dari perasaanmu, aku tahu itu. tapi apa tidak ada kesempatan dan waktu untuk aku yang mengisi relung hatimu?

Rabu, 24 Februari 2016

TERIMAKASIH Dear

0 komentar
Entah kenapa suka banget kalau nulis blogg tentang sesuatu yang galau gitu, rasanya hati itu bener-bener ikut berbicara deh.. hahaa
Tapi sebenernya gak semua yang aku tulis itu pengalaan pribadi sih, ada juga dari curhatan temen-temen dan dari pengalaman pribadi (tetep ada dikit) hehehe. oke back to the topic

Jadi gini yang namanya sakit hati itu dalem banget, obatnya juga susah dicari, butuh waktu dan proses, butuh tenaga X-tra, butuh kekuatan super, butuh Keikhlasan super juga, sedangkan yang namanya belajar ikhlas itu susah banget. makanya jangan coba-coba deh main-main dengan yang namanya CINTA  karena kalau kamu udah jatuh dan terluka kamu bisa hancur dan rapuh kayak kerupuk. 

Pernah gak sih kalian ngerasain di saat lo udah berusaha dan berjuang mati-matian buat ngelupain dan nyembuhin luka lo, tiba-tiba yang ngbuat luka lo datang lagi tanpa mikir dan tahu gimana susahnya buat sembuh dari luka yang dia buat, terus dia datang menggoreskan luka baru. Sumpah itu sakit banget!!! 

Kok bisa yah semudah itu kamu datang dengan WATADOS (Wajah Tanpa DOSa) dan meminta maaf seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa dan kamu tidak peduli bagaimana hancunya aku saat kamu bikin luka itu di hati aku. HAHA lucu! aku memang sangat mencintaimu, aku sangat menyangi mu, aku bahkan tidak punya selera untuk mencintai pria lain selain kamu, tapi itu dulu! dulu aku sangat di butakan sama yang namanya cinta, aku hanya mencintai dengan perasaan tanpa logika, aku sangat memuja dirimu, aku sangat menjaga perasaanmu, tidak ingin sedikitpun aku membuatmu merasa kecewa kepada ku. dengan semua yang sudah aku lakukan untuk mu, apa balasannya? kau hanya membalasnya dengan luka yang begitu susah buat di sembuhkan.

Yasudahlah, lupakan saja semua kenangan yang begitu indah antara kita, memang sampai saat ini aku masih mengingatmu, tapi please jangan usik hidupku lagi, aku sedang berjuang melupakan semua kenangan kita. jangan coba hentikan perjuanganku, karna ini tidak mudah. 

Terimakasih sudah memberikan aku banyak pelajaran atas luka ini, aku belajar seperti apa mengikhlakan yang hampir kita genggam, aku belajar sabar untuk tidak membalas kembali yang telah kamu lakukan. Terimakasih juga atas semua kenangan yang sangaaaat indaaaah, sangat sulit untuk di lupakan. but I will, and I can!
Terimakasih juga atas rasa sayang dan cinta yang sempat kau berikan untukku, aku sangat bahagia sempat merasakan itu,caramu mencintaiku aku suka, caramu menyayangiku aku juga suka, caramu memberikan perhatian juga aku suka. aku ingin di cintai pria lain dengan caramu, tapi aku tidak menemukannya, dan tidak akan pernah. mungkin cuma kamu yang bisa membuat aku merasa nyaman dengan caramu mencintaiku. Ya lagi-lagi aku merindukan mu. tapi aku tidak ingin kamu hadir di kehidupanku lagi. 

Thankyou so much dear, but i can't to having you again. :)

Sabtu, 02 Januari 2016

Tidak terbalaskan

0 komentar
Suatu saat nanti akan ada saatnya dimana semuanya akan berbalik, kamu yang berbahagia akan terluka pada waktunya. akan ada saatnya dimana aku sudah bahagia dan kamu masih merindu. semua akan lucu pada waktunya.
Entah kenapa, saat itu aku merasakan perasaan yang tidak jelas, aku bosan dengan semua yang aku jalani, aku jenuh, aku merasa semua yang aku lalui terasa begitu hambar dan sia-sia. entah apa yang terjadi, aku selalu memikirkannya disana, tetapi setiap kali aku memikirkannya, hati aku merasa ada yang kosong. aku selalu berdoa agar diberikan petunjuk dan jalan terbaik. dan akhirnya Allah mengabulkan doa-doa ku, dengan mudah Allah menunjukan semua yang aku tidak pernah duga dan sangka, semua terjadi begitu cepat. Atas kuasanya Allah memisahkan kami, kami yang menjalani hubungan yg aku pikir baik-baik saja ternyata memang tidak baik. pria yang selama ini aku banggakan ternyata tidak sebaik yang aku pikirkan. dia meninggalkanku demi wanita lain, aku yang selama ini berjuang dan selalu menjaga perasaannya ternyata dengan mudahnya meninggalkanku tanpa alasan dan tujuan yang pasti. pria yang selama ini aku pikir hanya mencintai aku ternyata lebih memilih wanita lain sebagai kekasihnya. Jujur aku sangat tidak menyangka ini semua bisa terjadi begitu cepat.
Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kau letakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari seorang pacar. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi pacar saja, tapi juga sebagai seseorang yang begitu bernilai dalam hidupku.Namun, semua jauh dari harapku selama ini. Mungkin, memang aku yang terlalu berharap terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari letakmu yang sengguh jauh dari genggaman tangan. Akulah yang bodoh. Akulah yang bersalah!Tenanglah, tak perlu memerhatikanku lagi. Aku terbiasa tersakiti kok, terutama jika sebabnya kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.Menjauhlah. Aku ingin dekat-dekat dengan kesepian saja, di sana lukaku terobati, di sana tak kutemui orang sepertimu, yang berganti-ganti topeng dengan mudahnya, yang berkata sayang dengan gampangnya. Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kauletakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?dari seseorang yang kehabisan caramembuktikan rasa cintanya

Dear Sahabat geol~

0 komentar
Dear sahabat.. 
Ketahuilah rindu ini menyiksaku. (Hahaha)
dulu, kita bisa bertemu kapanpun dan dimana pun. kini kita hidup berjauhan, sibuk dengan segala aktifitas masing-masing, sibuk menata masa depan masing-masing, dan sibuk mencari jodoh masing-masing, dan sibuk mempertahankan jodoh yang (katanya) sudah di depan mata. ketahuilah semua kesibukan itu yang membuat kita merindukan satu sama lain, merindukan pertemuan dengan sejuta cerita yang konyol dan gak penting.  

Pertemuan ini harus secepatnya terjalin, (seandainya) tapi apalah daya kaki tak sampai. hiks :(
saat-saat dalam keadaan depresi, setress dengan segala tuntutan duniawi dan cinta yang tak kunjung usai hati ini menggebu-gebu ingin bertemu kalian wahai sahabat. Kenapa? Karena dengan bersahabat menolong kita untuk jauh – jauh dari rasa depresi, menjaga hormon stres tetap terkendali. Masak sih ? Ya iyalah, lha wong kalo udah ketemu sahabat itu bawaanya selalu happy kok…cerita gak jelas tanpa beban…mau cerita aib atopun yang sedikit aib # eh! 
Terus kabar baiknya lagi, dengan bersahabat bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita, menurunkan kadar kolesterol, memperbesar kemungkinan terhindar dari penyakit serangan jantung. Nah tuh keren banget manfaatnya. So, betapa pentingnya  persahabatan.


"Persahabatan tidak terjalin secara otomatis, tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi. seperti itulah sahabat yang menajamkan sahabatnya. "---
 

Hallo! i'm Isnawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template