Kamis, 15 Mei 2014

Terimakasih atas kepalsuanmu

3 komentar
Seharusnya dari awal , tak ada pertemuan di antara kita. Namun , aku tak dapat menghindari pertemuan ini , aku tak dapat menolak takdir yang menghampiri. Sosok nya yang lembut , perhatian , dan manis pun membuat aku luluh dalam buaian manis nya itu . Seiring berjalan nya waktu , rasa takut kehilangan ini pun muncul . Rasa yang aku takuti sejak awal , harusnya ini tak terjadi!

Aku hanya sosok wanita yang tidak berarti dimatamu, aku bukan siapa-siapa yang pantas kau berikan kasih sayang karena Mungkin selama ini di matamu aku hanya cewe bodoh yang mudah kau bodohi dan kau tipu, harusnya sejak awal aku sadar, harusnya sejak kebohonganmu terungkap aku tidak lagi mempercayaimu, harusnya aku meninggalkanmu, harusnya aku mengikuti kata hatiku yang merasakan bahwa ada kebohongan yang kau sembunyikan. Aku bodoh saat itu yang masih mempercayai semua janji manismu, semua harapan kosong yang kau  katakan. Kau membuat aku yakin bahwa kau tidak bersalah atas semuanya.

Aku belajar banyak dengan semua yang kamu berikan kepadaku, aku belajar untuk mengikuti kata hati, aku belajar sabar aku belajar kuat saat rasa sakit menusuk dihati, aku  belajar cara nya melepaskan seseorang yang takkan bisa berada dalam genggamanku .

Kini aku sudah kenyang dengan semua harapan yang  berujung kepalsuan, aku pernah di tinggalkan, aku sering di bohongi, dan aku telah lelah menelan kekecewaan. bagiku kini sulit mempercayai rangkaian kata yang berpuluk dan indah. Entah lelaki seperti apa yang akan ku percayai kelak.
Terimakasih atas semua kebohongan yang kau berikan
Terimakasih atas semua kepalsuan yang kau tunjukkan


Sabtu, 03 Mei 2014

setitik rindu dan perjuangan

0 komentar
Masih teringat dalam kotak hitam hatiku merekam jejak-jejak perpisahan mengharu biru beberapa bulan lalu.. Air mata ini masih rindu,melelahkan berjuta harap bertemu mereka dalam hati yang lekat dengan lem cinta, bertautan laksana batu bata yang kuat di setumpukan semen, tak mau terpisahkan walau sejenak. dalam mimpipun aku ingin selamanya bersama mereka.

"Aku bukanlah wanita yang cengeng" itulah yang selalu aku bisikkan dalam hati ini  yang makin lama menciut kecil tak bernyali menghadapi semua kenyataan ini.
Aku sadar sekarang aku bukan anak kecil lagi, aku harus bisa menghadapi semuanya sendiri walau tanpa mereka. aku tidak ingin terlihat lemah di depan orang-orang yang telah memandang lemah padaku, orang-orang yang telah menghina orangtuaku. aku tidak ingin menyerah sampai disini, perjuanganku masih panjang, aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya untuk memikirkan mereka yang tak punya hati nurani yang tidak pantas di pikirkan. masa depan keluargaku ada di tanganku mulai sekarang setidaknya aku harus bisa berfikir positif demi masa depanku kelak.


 

Hallo! i'm Isnawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template