Senin, 30 September 2013

Awal pertemuan kita (Mr. F) ..

0 komentar

Ingatkah kamu saat awal pertemuan kita ? november 2006.
saat itu aku menjadi murid baru di sekolahnys. dan diam2 aku menyimpan perasaan suka padanya..
tapi aku belum mengetahui siapa namanya..
Dan saat itu dia seakan-akan menjadi penyemangat aku untuk sekolah di sekolahan baru itu. aku selalu bahagia saat melihatnya. kebahagiaanku semakin bertambah saat mengetahui ternyata dia juga suka sama aku.. sayangnya saat itu kita masih terlalu kecil untuk memahami perasaan satu sama lain.
yah maklum namanya juga masih siswa/i SMP jelas belum ngerti cinta .. :D

Dan pada akhirnya dia memberanikan diri untuk mengungkapkan semuanya walaupun hanya lewat sms..tiba-tiba hpku berdering dan aku buka "hy.. ini isna ya? boleh kenalan gak? by F" woooww!!! saat aku baca sms darinya aku kegirangan bukan main, aku senyum-senyum sendiri di depan hp.  "hy juga,  iya boleh kok.. maaf F yg mana ya?" jawabku yang pura-pura tak mengenalinya saat itu. dan setelah seringnya kita smsan aku belum berani menyapanya secara langsung di sekolah, aku hanya bisa senyum malu saat bertatapan dengannya saat itu, aku tak sanggup berbicara karena jantungku berdenyut keras sekali saat melihat wajahnya.

Seiring berjalannya waktu kita sms-an, lalu dia berniat PDKT dan akhirnya hal yang aku tunggu-tunggu terjadi "kamu mau jadi pacarku?" itulah sms yang aku baca saat malam itu, lama aku membalasnya karena aku kegirangan setengah mati dan berfikir untuk membalas smsnya. dan aku pun memberanikan diri untuk Menerimanya..dan akhirnya kita jadian ala anak abg pada saat itu :) dengan jalan Backstreet dari ortu masing-masing, ya karena umur kita terlalu kecil untuk menjalani suatu hubungan yang di namakan "pacaran". aku juga belum berani bilang ke nyokap saat itu.

Well, pada masa-masa awal kita jadian semuanya masih baik-baik saja. ya waktu itu hubungan kita bisa dibilang dengan cinta monyet, masih malu-malu untuk ktemu dll.. layaknya orang pacaran pada umumnya  di hubungan kita juga ada titik dimana ada rasa marah,benci,cemburu dan curiga dgn berbagai alasan, tapi semuanya jadi terasa indah dijalani karena itulah sebagai pemanis dalam hubungan.

Akhirnya Tiba saatnya dia harus meninggalkan sekolah duluan dan menjadi siswa SMA karena saat itu dia telah lulus. dan aku masih menjadi siswi SMP kls 3 aku mersa sedih semuanya terasa beda tak lagi sama, tak ada lagi orang yang slalu aku intip di balik jendela kelas, gak ada lagi orang yang ngajak ketemuan di kantin, gak ada lagi yang nungguin aku pulang sekolah. meskipun diluar semua itu dia masih sering main kerumah dan ngajak jalan tapi tetap saja gak seindah masa-masa kita masih sekolah bareng..

1tahun 3bln kita menjalin hubungan Saat itu akupun merasakan titik jenuh dengan hubungan kita dan akhirnya aku memutuskan hubungan kita dengan sebelah pihak dan tanpa ada kejelasan yang pasti dari aku.. dan untungnya saat aku lulus aku gak berniat sedikitpun untuk masuk sekolahannya, bukan karena ada dia tapi emang gak berminat aja, akupun memilih masuk SMK dan kamu di SMA.

Setelah hubungan kita berakhir aku diam diam masih selalu perhatiin dia, menjadi stalker di setiap akun sosialnya. aku masih selalu merasa cemburu saat mendengar curhatannya tentang pacar barunya, aku berpura-pura menjadi teman curhat yang baik dan mengabaikan rasa sakitku, saat aku sudah tak sanggup mendengarkan dia bercerita dan melihat dia sms-an dengan pacarnya hal yang selalu aku katakan "sudahlah aku lapar aku mau makan dan di traktir!"  hanya itu yang ku katakan saat hati ini sudah tak sanggup lagi menahan cemburu, tanpa banyak kata dia pun menjalankan motor dan kita bergegas pergi.

Saat itu dia masih suka main kerumah aku, dan akupun masih sering menghubunginya saat aku jenuh dan bosan. karena rumah kita tidak berjauhan jadi kita masih sering untuk bertemu dan ngobrol bareng. seiring berjalannya waktu, sempat terfikir di pikiranku untuk kembali padanya, aku ingin mengatakan perasaanku yang sebenarnya tapi aku tak berani, akupun merasa kalau hubungan kami tak akan bersatu kembali, aku meyakinkan diriku bahwa dia bukan di takdirkan untuk menjadi pengisi hatiku, melainkan sebagai teman saja.

Aku bahagia saat aku mendengar dia sudah putus sama pacarnya saat itu, ingin sekali rasanya aku kembali bersamanya lagi, tapi sayang saat itu aku sudah punya seseorang. dan akupun tidak bisa meninggalkan dia begitu saja tanpa alasan. dia selalu menasehatiku "kamu jangan  terlalu cinta sama seseorang, jangan terlalu berharap terlalu tinggi sewajarnya saja, supaya kamu tidak merasa terlalu sakit kalau harus jatuh" aku hanya menjawab dengan kalimat "iya"
aku yakin saat itu itu di lubuk hatinya yang paling dalam dia masih menyimpan rasa sayangnya terhadapku.

Setelah beberapa bulan aku memutuskan hubunganku dengan si mantan, aku merasa kehilangan F, aku lost contact sama dia, padahal saat itu aku berniat untuk memberanikan diri untuk mengatakan perasaanku selama ini kepadamu tapi sayang aku kehilangan jejak.

Ya setelah aku berpacaran dengan seseorang itu dia menghilang, dia sibuk dengan urusannya begitupun aku sibuk dengan kegiatan baruku disekolah, aku sangat kehilangan bahkan untuk menghubunginya saat itu aku tidak punya nomonya sama sekali. aku. merasa tidak adil, saat dia membutuhkan aku, aku selalu ada mendengar setiap ceritanya, di saat aku membutuhkannya dia menghilang begitu saja.

Dan tenrnyata aku mendengar dia telah pacaran sama  si N, perasaanku saat itu kaget, tidak percaya, cemburu dan kecewa. saat aku ingin mengatakan semuanya ternyata dia telah mempunyai pilihan lain, aku berfikir saat itu mungkin dia memang benar-benar sudah melupakanku,dan tidak lagi mengharapkanku seperti aku mengharapkannya.

Saat aku bertemu dia di suatu tempat, aku segera memukulnya "heh! kemana saja kamu?dasar sombong! mentang-mentang sudah punya pacar baru" ketusku sambil memukul pundaknya yang tampaknya dia merasa keasakit, ah aku tidak peduli aku sangat merasa marah padanya saat itu. "ah siapa yang sombong kamu kali! kamu tau dari mana aku punya pacar?" jawabnya dengan nada mengelak "ah tidak penting aku tahu dari mana..mana hpmu?" saat itu tanpa basa-basi aku langsung merampas hpnya untuk menyimpan nomerku di hpnya agar dia bisa hubungi aku lagi. dan tanpa sengaja aku melihat wallpaper hpnya dengan foto si N. hatiku seperti di tusuk jarum pentul sore itu...

Setelah beberapa hari dari sore itu, aku mendapatkan sms darinya dia menyapa dan akhirnya kitapun smsn kembali dan sering bertemu. aku melihat dia saat itu seperti sangat bahagia dengan kekasih barunya, dia melakukan segala hal yang belum pernah dia lakukan bersamaku selama ini. aku sangat iri dan cemburu saat itu. saat aku mendengar dia putus aku sangat senang aku mempunyai kesempatan mengatakan lagi yang sebenarnya, tapi sisi lain aku juga merasa sangat sedih karena aku melihat dia sangat tidak ingin kehilangan kekasihnya saat itu. walaupun dia sering bertanya "kamu masih sayang sama saya?"  aku selalu mengelak dan mengatakan biasa saja, karena aku pikir itu hanya pertanyaan bercanda yang dia lontarkan.

Saat itu aku memutuskan untuk tidak lagi mengharap dan mendekatinya lagi aku mulai jaga jarak sama dia. aku tidak sanggup melihat dia tersenyum bersama wanita lain dan aku selalu melihat kebahagiaan yang terpancar dari matanya saat menceritakan dan membaca pesan singkat dari wanita itu.

Yaa, aku Cemburu, aku masih suka dan sayang padanya, ada sedikit rasa penyesalan, tapi aku menahannya. seandainya saat itu aku tahu kalau dia juga mempunyai perasaan yang sama aku mungkin akan memberanikan diri mengungkapkan semuanya..
semuanya hanya takdir....

Tapi ternyata Tuhan berkata lain, Tuhan masih memberikan kami kesempatan untuk memperbaiki dan merubah segalanya. dan akhirnya kita masih bisa mempersatukan hubungan kita kembali stelah terpisah. walaupun sekarang keadaannya berbeda kita tak bisa berdekatan seperti dulu lagi. tapi mungkin ini ujian sampai mana kita bisa bertahan dan mampu melewati semuanya. kalau memang kamu di takdirkan untukku suatu saat kita pasti akan bersama, kalau memang kamu bukan di takdirkan untukku aku ikhlas aku yakin tuhan telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih indah dan lebih baik buat kita.

Rabu, 25 September 2013

Kesempurnaan manusia

0 komentar

Sesungguhnya apa yang kita butuhkan tidak terlalu sama dengan apa yang kita inginkan !hidup kita terlalu sempurna sampai sampai untuk berpikir sejenak dan bersikap dewasa pun sulit ! kita terlalu sempurna sampai sampai dibutakan keinginan dan kebutuhan ter abaikan.kita sangat sempurna sampai sampai merelakan hal kecil demi hal besar yang tidak kita butuhkan .


pembutaan yang sangat sempurna


 

Hallo! i'm Isnawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template